TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Kinerja hingga Layanan, Ini Capaian Mentereng RSUD Jombang

Fauzi
24 February 2024 | 23:07
rubrik: BUMD, Event
Dari Kinerja hingga Layanan, Ini Capaian Mentereng RSUD Jombang

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – RSUD Kabupaten Jombang (RSUD Jombang), Jawa Timur, turut menjadi salah satu finalis ajang penghargaan bergengsi TOP BUMD Awards 2024, yang acara puncaknya bakal digelar pada 20 Maret 2024 mendatang.

Salah satu rangkaian kegiatan dari ajang ini, yakni sesi penjurian telah diikuti oleh RSUD Jombang pada Rabu (21/2/2024). Hadir memberikan paparan di hadapan dewan juri, yakni  Direktur RSUD Jombang, Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes.

Menandai keikutsertaannya di ajang tahunan TOP BUMD Awards, pada sesi penjurian ini Ma’murotus Sa’diyah mengungkap berbagai hal menarik seputar apa yang telah dilakukan maupun capaian dari rumah sakit yang dipimpinnya itu.

RSUD Jombang diketahui memiliki visi Menjadi RS Rujukan Terdepan Pilihan Utama Masyarakat dengan Layanan Paripurna Melalui Sistem Pendidikan Kesehatan yang Terintegrasi.

“Karena kami adalah Rumah Sakit Rujukan Regional Jawa Timur Bagian Tengah, dan kami juga rumah sakit pendidikan, sehingga dalam misi kami juga menyelenggarakan pendidikan kedokteran, kesehatan, (dan) lainnya,,” ujar Ma’murotus Sa’diyah.

Lebih lanjut Ma’murotus Sa’diyah menjabarkan bahwasanya RSUD Jombang memiliki aktivitas usaha yang utama pada pelayanan jasa kesehatan, yang terdiri dari Rawat Jalan dengan 22 Poli Spesialistik (Reguler) dan Poli Eksekutif, kemudian Instalasi Gawat Darurat dan Rawat Inap dengan 522 Tempat Tidur.

“Untuk non pelayanan kesehatan aktivitas usaha kami adalah kami sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi Wahana Pendidikan Dokter Spesialis, Dokter Umum, Keperawatan, Kebidanan, tenaga kesehatan lainnya. Saat ini kami sebagai rumah sakit pendidikan utama untuk Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus Surabaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit. Kami juga ada usaha layanan parkir, sewa lahan, dan giro,” sambungnya.

Berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Jombang memiliki proporsi usaha, yaitu layanan jasa bidang kesehatan sekitar 99,4% untuk presentasi laba dari layanan usaha lain sekitar 5,38%.

BACA JUGA:   Bangun Fondasi CSR yang Kuat, MSI Institute Gelar Pelatihan ISO 26000 SR di Bali

Kinerja dan Kontribusi bagi Daerah

Dari sisi capaian kinerja, sebagaimana diungkap, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan LPPM Unibraw Malang dan Bagian Perekonomian, disebutkan bahwa RSUD Jombang memiliki capaian rata-rata skor 78,75% atau mengalami kenaikan yang signifikan tahun 2021 sampai 2022.

Untuk kinerja tahun 2023 memang belum dilaukan penilaian, namun seperti dikatakan Ma’murotus Sa’diyah, RSUD Jombang menerima Piagam Penghargaan di tahun 2023 dengan predikat Kinerja Badan Layanan Umum Daerah Terbaik dengan Predikat A. “Untuk Kabupaten Jombang kami mendapat peringkat satu,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan hasil evaluasi dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Ma’murotus Sa’diyah menegaskan RSUD Jombang dinilai sudah menyajikan laporan keuangan secara wajar dan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

“Ini juga mendukung Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menerima WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sepuluh tahun berturut-turut,” jelasnya.

Lalu, berikutnya diungkap juga dalam kesempatan ini mengenai pencapaian berdasarkan target kinerja. Misalnya, dari sisi indeks kepuasan masyarakat, RSUD Jombang memiliki Indeks Kepuasan Publik dengan predikat Layanan Prima atau baik.

“Kemudian status akreditasi sudah paripurna atau bintang 5, dengan presentasi angka kematian cukup baik (yang) kami tangani. Kemudian nilai evaluasi AKIP A atau memuaskan,” ujar Ma’murotus Sa’diyah.

Seiring dengan itu, untuk kinerja keuangan tahun 2022-2023, RSUD Jombang juga disebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari target ke realisasi setiap tahun ada kenaikan. Dan dari tahun 2022 ke tahun 2023 ada kenaikan dengan capaian 114,21%, di mana rasio keuangannya sangat positif.

“Nilai penjualan atau pendapatan kemudian jumlah pelanggan ini juga mendapat gambaran yang positif. Jadi ada kenaikan. Termasuk skor layanan pelanggan dari target 80% tercapai realisasinya 100%. Tahun 2023 juga demikian dari target 80% tercapai 100%,” tegasnya.

Diungkap pula bahwa prestasi bidang pemasaran RSUD Jombang untuk capaian 2023 disebut sangat memuaskan dengan BOR 104,2%, kunjungan rawat jalan naik dari 2022 ke 2023 sebesar 30,8%. Demikian juga untuk IGD yang mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 17,7%.  

BACA JUGA:   Potret Kinerja, Inovasi, dan Kontribusi BPR Artha Perwira Purbalingga

Adapun untuk Survei Kepuasan Masyarakat, pihak RSUD Jombang juga berusaha menerapkan janji layanan serta komitmen terhadap pelayanan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), di mana pihak rumah sakit melakukan pelayanan yang cepat, mudah, dan setara.

“Ini ternyata berimbas pada indeks kepuasan masyarakat, di mana 2018 sampai 2023 terjadi kenaikan yang cukup signifikan di angka 85,53%,” tandasnya.

Berdasarkan data kunjungan yang disajikan saat presentasi, terungkap bahwasanya banyak pasien RSUD Jombang yang datang sendiri dibanding dengan rujukan.

“Adalah penting melihat apakah pasien itu datang sendiri atau dirujuk, itu menggambarkan bagaimana animo masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Jombang. Ternyata dari data banyak yang datang sendiri. Jadi ini perbandingan cukup tinggi dibanding dengan rujukan, artinya masyarakat sudah mulai percaya kepada RSUD Kabupaten Jombang,” katanya.

“Jadi, kalau rujukan kan dia pasti dirujuk oleh FKTP di bawah, tetapi datang sendiri adalah inisiatif keluarga atau inisiatif pribadi. Sehingga ini menggambarkan pasien sudah cukup puas,” jelasnya.

Bicara soal kontribusi yang diberikan RSUD Jombang untuk pemerintah daerah, ada beberapa poin yang diungkap Ma’murotus Sa’diyah untuk hal tersebut.

“Pertama adalah meningkatkan derajat kesehatan, melalui peningkatan upaya rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat. Kemudian kami berkomitmen untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan tingkat kematian di RSUD Jombang.”

“Kemudian meningkatkan kualitas SDM di mana kami menjadi pusat pendidikan tenaga kesehatan mulai tenaga kesehatan dokter, perawat, dan kesehatan lain termasuk bidan dan nakes ada gizi, rekam medik. Kemudian memperbaiki kualitas hidup anak-anak dengan penyakit tertentu, termasuk kami melakukan pengembangan kompetensi SDM secara berkala,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, RSUD Jombang juga memberikan kontribusi dalam meningkatakan perekenomian daerah.

BACA JUGA:   Jadi Bank Sehat dan Menguntungkan, BPR Syariah Kotabumi Kandidat Peraih TOP BUMD Award 2025

“Karena kami BLUD sehingga kami ada pada kemandirian pembiayaan. Juga termasuk dalam sentra perekonomian masyarakat. Jadi di sekitar kita tumbuh perekonomian dan termasuk juga ada kios-kios yang kami kelola dengan professional termasuk mengurangi tingkat pengangguran,” sambung Ma’murotus Sa’diyah.

Menuju Smart Hospital

Ada banyak hal yang diungkap RSUD Jombang terkait dengan terobosan yang telah dilakukan, baik dari sisi pelayanan maupun pemasaran. Masuk dari terobosan yang dilakukan adalah RSUD Jombang telah meng-upgrade total perfoma Front Office-nya, di mana selain suasanya yang sudah mirip hotel, RSUD juga menempatkan among tamu untuk melayani pasien.

“Jadi, pasien yang datang atau keluarga yang datang akan dilayani oleh among tamu untuk diarahkan, sehingga tidak akan mengalami kesulitan. Kami juga punya dashboard layanan yang bisa dipantau di front office, jadi pasien hari ini berapa jumlahnya, yang sudah dilayani berapa yang belum berapa, ada di poli A, Poli B, dan sebagainya,” cerita dia.

“Termasuk kami punya Mobile Finger yang ini untuk membantu teman-teman disabilitas dan lansia karena untuk mencetak surat SEP atau Eligibilitas Peserta tanda kehadiran secara check in di rumah sakit wajib sehingga kami memberikan fasilitas mobile finger supaya pasien tidak mendapat kesulitan untuk yang mengalami disabilitas,” jelas Ma’murotus Sa’diyah lagi.

Lalu, untuk transformasi layanan, RSUD juga sudah menuju ke paperless, sebagai upayanya untuk mewujudkan Green Hospital. “Di mana sebelumnya berjubel (berkas) seperti ini, dengan sekarang kita digitalisasi layanan maka semua pendaftaran lewat satu pintu, yaitu JKN Mobile,” ujarnya.

Ditegaskan pula, bahwasanya dalam rangka upayanya menuju Smart Hospital, RSUD juga telah melakukan digitalisasi pada semua layanannya, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap, termasuk pada layanan instalasi farmasi.

Editor: Busthomi

Tags: RSUD JombangTOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Lomba Desain Logo HUT 35TH FIFGROUP

Next Post

Perumdam Kota Padang Kejar Setoran PAD Rp8 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR