Jakarta, TopBusiness – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras secara umum menunjukkan tren sejak awal 2023 hingga Februari 2024.
“Dibandingkan tahun 2022 yang relatif stabil, harga beras sejak Maret 2023 hingga awal 2024 terjadi kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada September 2023,” ujar Puji Ismartini, deputi bidang statistik distribusi dan jasa BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (26/2/2024).
Menurut dia, tingkat inflasi beras pada periode 2022 hingga 2024 secara tahunan (yoy) mencapai 15,65 persen. “Dan andil inflasi beras 2022-2024 secara yoy mencapai 0,54 persen, ini cukup tinggi,” uapnya. .
Selain beras, berdasarkan pemantauan harga di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dalam empat minggu di bulan Februari 2024 ini, beberapa komoditas pangan yang menunjukkan tren peningkatan harga adalah cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
“IPH (indeks perkembangan harga) umum sebagai agregat 20 komoditas pangan, maupun IPH komoditas terlihat mengalami lanjutan tren peningkatan selama Februari ini,” tuturnya.
Sebab itu, kata Puji perlu langkah nyata untuk menahan laju peningkatanharga pangan agar tidak berlanjut di awal Maret 2023 yang merupaka awal bulan Ramadhan.
