Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman konsisten mencatatkan kinerja positif dari tahun ke tahun. Apalagi sejak tahun lalu, tepatnya pada April 2023, PDAM Tirta Sembada berhasil meraih sertifikat ISO 20000. Sejak saat itu pula kinerjanya makin melejit signifikan.
“Bahwa memang dengan penerapan ISO 20000 yang kami terima pada tahun lalu membawa kemanfaatan yang signifikan terhadap pengembangan perusahaan sehingga kami berharap teman-teman yang lain juga bisa Bersama-sama bagaimana bisa meraih ISO dan tentunya menjadi kepercayaan masyarakat kita semua,” ungkap Dwi Nurwata Direktur PUDAM Tirta Sembada saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2024 secara daring, Selasa (27/2/2024).
Dalam presentasinya berjudul ‘Ekselerasi Peningkatan Kinerja PDAM Melalui Penerapan ISO/IEC 20000 di PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi menjelaskan secara rinci terkait kinerja kuangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Dari pelaksanaan kemarin bisa kita coba tayangkan (tampilkan) dari 2022 ke 2023. Ini ada kenaikan signifikan. Tahun 2022 pelanggan kita 42.316, pada tahun 2023 setelah penerapan ISO menjadi 44.716. Cukup signifikan,” kata Dwi.
“Sedangkan kehilangan atau penurunan air menjadi 23.88 persen di tahun 2023, dari 25.27 persen di tahun 2022,” lanjutnya sambil menampilkan slide atau grafik Perkembangan Pelanggan.
Dalam kesempatan tersbut, Dwi juga menjelaskan secara komprehensif terkait kinerja kuangan yang terus melejit signifikan. “Dari sisi keuangan profitabilitasnya, tingkat keuntungan tahun 2022 ini ekuitas kita Rp 116.1 miliar, sedangkan di tahun 2023 ekuitas kita naik menjadi Rp 173,1 miliar,” ujar Dwi.
Kenaikan juga terjadi pada pembukuan laba rugi. “Laba ruginya tahun 2022 sebesar Rp 3 miliar (2022), pada tahun 2023 naik menjadi Rp 4 miliar,” imbuhnya.
Tak hanya itu, kinerja yang paling menonjol juga terjadi pada sisi likuiditas. “Dari sisi likuiditas, tahun 2021 aktiva lancar kita Rp13 miliar, Kewajiban Jangka Pendek adalah Rp 3 miliar. Tahun 2022 Rp 15 (miliar) sedangkan kewajiban jangka pendek Rp 10,” beber Dwi.
“Di tahun 2023 belum sempat kami tayangkan (tuliskan). Adalah aktiva lancarnya ada Rp 17,2 miliar, kewajiban jangka pendeknya Rp 6,1 miliar, jadi cukup baik,” lanjutnya.
Sedangkan dari tingkat kesehatan perusahaan, PDAM Tirta Sembada juga terkategori ‘Sehat’ baik menurut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun berdasarkan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dengan rinciannya pada tahun 2022 sebesar 65,58 menjadi 68,73 di tahun 2023 menurut Kemendagri. Sedangkan menurut BPPSPAM atau Kementerian Pekerjaan Umum di tahun 2022 adalah 3,14 dan naik menjadi 3,87 tahun 2023 dengan kategori ‘Sehat’.
Manfaat Penerapan ISO
Selain dampak terhadap kinerja bisnis, Dwi juga mengungkapkan manfaat dari penerapan ISO 20000 yakni meningkatnya kepercayaan Masyarakat terhadap perusahaan. “Dari beberapa hal yang dilakukan kaitannya dengan Penerapan ISO 20000 manfaat yang kami dapatkan selama ini yang terutama Meningkatnya kepercayaan masyarakat melalui ISO terhadap PDAM Tirta Sembada,” ungkapnya.
“Juga (manfaat lainnya) memberikan akses kemudahan dalam berbagai hal layanan, Mempercepat penambahan Sambungan Baru, Meningkatnya kepuasan pelanggan, juga Terjaminnya pemanfaatan sumber air baku, Meningkatnya Keuntungan Perusahaan karena kemudahan pembayaran, dan Meningkatnya Kinerja PDAM,” lanjutnya dalam presentasi.
Melalui pemanfaatan ISO juga dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder internal maupun eksternal. “Meningkatnya kepercayaan stakeholder internal baik itu pegawai maupun eksternal dari pemerintah daerah (kabupaten), DPRD, pemasok dan sebagainya. Ini menjadi bagian yang penting di dalam manfaat kita melaksanakan ISO 20000,” tegas Dwi.
“Di dalam penerapan ISO 20000 ini di samping yang saya sampaikan ada juga capaian lain yang juga sangat membantu kami yaitu terciptanya kemudahan jalinan komunikasi dan koordinasi yang harmonis dalam internal PDAM, maupun layanan kepada pelanggan melalui kemanfaatan ISO 20000 sehingga mempercepat pengembangan PDAM,” ujarnya.
Sebagai Informasi, PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman menjadi BUMD pertama nasional yang meraih sertifikat ISO 20000 untuk sistem manajemen layanan unit kerja pelayanan e-billing system untuk customer. PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman menerapkan dan meraih ISO 20000-1:2018 bekerja sama dengan Mitratex Consultant dan MSI Group.
Editor: Nurdian
