TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mau Akhir Pekan, Berikut Saham yang Dijagokan Hari Ini

Busthomi
1 March 2024 | 08:53
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG ditutup turun 0.17% kemarin, disertai dengan net sell asing ~639 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, CUAN, dan PGAS.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG masih berpotensi bergerak sideways cenderung menguat terbatas. “Dengan level resistance di rentang 7350-7400 dan level support di kisaran 7250-7280,” ungkap dia, Jumat (1/3/2024).

Wall Street Rebound. Wall Street menguat pada hari Kamis (29/2), terangkat oleh Nvidia dan saham teknologi lainnya yang terkait dengan artificial intelligence (AI). Keuntungan yang diraih perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Microsoft telah memicu reli baru di Wall Street di tengah optimisme lebih lanjut terhadap AI.

Dow Jones menguat 0,12% ke 38.996,39, indeks S&P 500 naik 0,52% menjadi 5.096,26, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,90% menjadi 16.091,92.

Harga saham Nvidia pekan lalu melonjak setelah pembuat chip tersebut memperkirakan lonjakan pendapatan kuartal pertama sekitar tiga kali lipat karena kuatnya permintaan untuk chip AI.

Selain itu, Wall Street menguat setelah dirilisnya data inflasi belanja personal (personal consumption expenditure/PCE) AS periode Januari 2024 yang juga sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada Januari lalu naik menjadi 2,4% (YoY) dan tumbuh 0,3% (MtM).

Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%.

Bursa Asia Ditutup Bervariasi. Mayoritas bursa Asia-Pasifik cenderung beragam pada perdagangan Kamis (29/2), dimana investor masih wait and see menanti rilis data inflasi belanja personal Amerika Serikat (AS) dan beberapa data ekonomi penting lainnya.

BACA JUGA:   MTN Segera Jatuh Tempo, Likuiditas PT Pos Dinilai Kuat

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,11%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,15%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,37%.

Sedangkan untuk indeks ASX 200 Australia menguat 0,50%, indeks Shanghai Composite China naik 1,94% dan Straits Times Singapura naik tipis 0,09%.

Bursa Asia-Pasifik yang beragam terjadi di tengah terkoreksinya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin. Wall Street berjuang untuk mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa hari terakhir menjelang rilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditure), setelah reli panjang mencapai puncaknya pekan lalu karena antusiasme terhadap potensi kecerdasan buatan (AI), yang dipicu oleh pendapatan kuartalan Nvidia.

Berdasarkan laporan dari Biro Analisis Ekonomi AS (BEA), PDB AS pada 4Q23 direvisi tumbuh menjadi 3,2%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3%.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Jumat (1/3):

  1. BBRI: Buy on Weakness
    Beli di 6050, cutloss jika break di bawah 6000. Jika tidak break di bawah 6050, potensi naik ke 6225-6325 short term.
  2. MIDI: Spec Buy
    Beli di 426, cutloss jika break di bawah 420. Jika tidak break di bawah 420, potensi naik ke 436-446 short term.
  3. TLKM: Spec Buy
    Beli di 4000, cutloss jika break di bawah 3960. Jika tidak break di bawah 4000, potensi naik ke 4050-4100 short term.
  4. MDKA: Spec Buy
    Beli di 2260, cutloss jika break di bawah 2240. Jika tidak break di bawah 2240, potensi naik ke 2300-2360 short term.
  5. SIDO: Spec Buy
    Beli di 615, cutloss jika break di bawah 605. Jika tidak break di bawah 605, potensi naik ke 625-650 short term.
  6. BBTN: Buy on Weakness
    Beli di 1420, cutloss jika break di bawah 1410. Jika tidak break di bawah 1410, potensi naik ke 1460-1480 short term.
BACA JUGA:   IHSG Lampaui 5.000 Poin

Tags: ihsgproyeksi sahamrekomendasi sahamsahamsaham hari ini
Previous Post

PDB Manufaktur RI 2014-2022 Tumbuh Lebihi Dunia

Next Post

BEI Suspensi KICI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR