TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sederet Inovasi RSUD Bangil, dari Eladalah Hingga Getuk Sapi

Nurdian Akhmad
3 March 2024 | 17:12
rubrik: BUMD, Event
Sederet Inovasi RSUD Bangil, dari Eladalah Hingga Getuk Sapi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan.  Sebagai Rumah Sakit (RS) kelas B dengan kapasitas 452 tempat tidur, RSUD memiliki beragam layanan kesehatan baik untuk pasien rawat jalan, rawat inap, maupun layanan pendukung di luar layanan medis.

Untuk rawat inap, layanan yang ada di RSUD Bangil antara lain IGD (instalasi gawat darurat) , rawat inap, perinatologi, kamar operasi, rawat intensif, laboratorium, radiologi, rehabilitasi medik, layanan farmasi, layanan gizi, bank darah, rekam medik, pengelolaan limbah, administrasi dan manajemen, ambulance, pemulasaraan jenazah, pemeliharaan sarpras Rs, CSSD dan binatu, serta PPI. Sedangkan untuk rawat jalan, RSUD Bangil memiliki 33 klinik dari mulai klinik umum hingga spesialis yang cukup lengkap, serta layanan kemoterapi. 

Berbagai layanan tersebut didukung oleh jumlah pegawai yang mencapai 1.190 orang. Khusus untuk tenaga dokter, RSUD Bangil saat ini memiliki 28 orang dokter umum dan 2 dokter gigi, 63 dokter spesialis dan 8 dokter subspesialis. Dengan layanan medis yang lengkap, tak salah jika RSUD Bangil banyak menjadi rujukan bagi RS lain yang ada di Pasuruan maupun daerah lain di sekitarnya.

Hal itu dipaparkan Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Rabu (28/2/2027).

Inovasi Layanan

Dalam presentasinya, dr. Arma banyak memaparkan soal inovasi-inovasi layanan yang dilakukan manajemen, penguatan tata kelola, serta kinerja bisnis RSUD Bangil.

Untuk inovasi layanan khususnya yang terkait pelanggan, RSUD Bangil telah melakukan sejumlah inovasi atau langkah terobosan. Pertama, kata dr. Arma, RSUD Bangil dalam menentukan strategi pengembangan layanan baru atau penambahan kapasitas pelayanan yang didukung oleh  pengadaan alat canggih dari APBD selalu berbasis data. Misalnya data angka kunjungan, angka kematian, dan kasus terbanyak yang terjadi di masyarakat.

“Kita dalam mengembangkan layanan baru tidak sekadar ikut tren, tapi didasari oleh kebutuhan layanan yang berbasis pada data,” tutur dr Arma yang membakan materi presentasi berjudul Perkembangan RSUD Bangil Pasca Covid, Penguatan Tata Kelola dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUM.

Dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023, dr Arma didampingi dr. Darmi Sapto Kurniawati (Administrator Kesehatan),  dr. Zunni Hermawati (Perencana Ahli Muda), serta Mashudi Mansur, S.Kep.Ns (Kepala Bagian SDM & Pengembangan).

Terbaru, menurut dr. Arma, RSUD Bangil mendapat SK dari Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk pengampuan sembilan penyakit penyebab kematian tertinggi di Pasuruan, di antaranya kanker, jantung, neurologi, urologi atau gagal ginjal, dan struk. “Ini semua berbasis data. Ini yg kita kembangkan,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kinerja Sehat dan Inovasi Mengkilap, BPRS Tani Tubaba Masuk TOP BUMD Awards 2024

Berdasarkan roadmap, ada banyak pengembangan yang dilakukan RSUD Bangil sepanjang 2023.  Contohnya adalah penataan poliklinik lama/operasional gedung lantai 2 dan lantai 3, RSUD ini juga menjadi RS Pendidikan, pengembangan instalasi hemodialisis, pelayanan konsultan hip & knee, pembangunan drop zone IGD, pengembangan E-Rekam medis rawat jalan, serta pembangunan Gedung Instalasi Farmasi Terpadu.

Selain itu, RSUD Bangil juga memiliki strategi pemasaran dengan memanfaatkan utilitas SDM dan layanan kesehatan melalui inovasi Prolimas atau Program Peduli Masyarakat. Strategi ini berhasil meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke RSUD Bangil yang sebelumnya menurun karena dampak pandemi Covid-19.

 “Dalam Prolimas ini, kami memanfaatkan SDM kami yang sangat banyak sebagai networking di wilayahnya masing-masing untuk membantu masyarakat mengakses RSUD Bangil dan bisa menetralisir ketakutan-ketakutan akan dicovidkan. Kalau dulu bilangnya orang dalam, jadi brand orang dalam ini kita manfaatkan untuk membantu masyarakat. Dengan adanya Prolimas, kunjungan ke RSUD Bangil kita bisa tingkatkan,” tuturnya.

Inovasi lainnya terkait pelanggan adalah melibatkan komunitas masyarakat, misalnya adalah Komunitas Penderita HIV, komunitas Penderita Asma, dan lainnya. Langkah ini juga untuk menciptakan bounding  dengan pasien. Pasien juga teredukasi dengan baik dan mampu memelihara kesehatannya, sehingga mereka tidak telat kontrol atau telat minum obat.

RSUD juga memiliki inovasi untuk meningkatakan customer loyalty dengan adanya servis lanjutan dari petugas kepada pasien yang sudah pulang dari RS. Petugas akan terus memperhatikan kesehatan pasien, mengingatkan obat yang diminum, serta mengingatkan jadwal kontrol melalui aplikasi Eladalah.

Eladalah singkatan dari Edukasi Layanan Ingatkan Kontrol Daring Masalah Kesehatan Layanan Bantu Daftar Holtine.

“Jadi setelah rawat inap, pasien masih di-follow up oleh petugas kami, dibantu mengingatkan jadwal kontrol, dibantu mendaftarkan kontrol, dan pasien kalau ada pertanyaan juga bisa disampaikan melalui Eladalah,” kata dr. Arma.

Tak hanya itu, RSUD Bangil memiliki inovasi untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan dengan added value  melalui program Jelita Siaga. Dalam program ini, RSUD Bangil menyiapkan call center di RS yang  bisa dihubungi 24 jam oleh para bidan yang sedang menolong ibu bersalin atau bayi baru lahir yang mengalami komplikasi.

BACA JUGA:   Ikuti Penjurian TOP BUMD Awards 2024, Perumda Lae Nciho Paparkan Sejumlah Capaian Kinerja

“Bidan tidak perlu panik karena mereka bisa memanggil kita. Kita menyediakan peralatan dan bidan, serta dokter jika dibutuhkan untuk meluncur mendampingi bidan bersangkutan. Ini juga untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pasuruan.,” tuturnya.

Program Jelita Siaga ini sangat terkenal di Kabupaten Pasuruan. Tahun 2023 lalu, inovasi Jelita Siaga mendapat apresiasi dari pemerintah sebagai Juara 1 Nasional Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesdan) Tahun 2023.

Selain Jelita Siaga yang merupakan layanan untuk ibu dan bayi, RSUD Bangil memiliki BEST atau Bangil Emergency Service Team yang merupakan layanan kegawatdaruratan 24 jam untuk masyarakat. RSUD bisa melakukan penjemputan pasien dengan menggunakan mobil ambulans emergensi.

“Kami emput bola untuk kasus-kasus yang lain dengan adanya panick button yang bisa diunduh di aplikasi maupun dengan nomer yang bisa langsung dihubungi  di call center IGD kami,” tuturnya.

Inovasi BEST ini masuk TOP 9 Kategori Implementasi Kompetisi Pelayanan Publik Kabupaten Pasuruan Tahun 2022.

Inovasi lainnya adalah Transjimat atau Trasporter untuk Pengambilan Darah atau Pengambilan Obat. Keluarga pasien saat ini tidak perlu cape-cape mengambil darah atau obat di luar RS, karena semua sudah dilayani lewat Transjimat.

Selain itu ada layanan Fast Drug Pos (Fasilitas Antar Servis Obat di RSUD Bangil dengan Pos Indonesia) yang juga sangat membantu terutama bagi pasien kronis yang kontrol tiap bulan.

“Pasien tidak perlu menunggu obat selesai karena ini memakan waktu yang lumayan lama karena kunjungan ke RSUD Bangil sudah tinggi sekarang, sehingga habis dilayani di Poli, obatnya kita antar. Kita kerja sama dengan kantor Pos Indonesia,” tuturnya. Layanan Fast Drug Pos ini mendapat apresiasi dalam IGA Award TOP 15 Tahun 2023.

Inovasi layanan  lainnya adalah pengurusan sertifikat lahir untuk bayi atau Baby Sertif.  Jadi bayi pulang sudah membawa sertifikat lahir dari RSUD Bangil. RSUD Bangil juga memiliki ODHALink SIAP (Online SMS Delivery Service High Access Sayang Istri Anak dan Pasangan Usia Subur), Si Radit (Sistem Informasi Radiologi Cepat), dan Koran HD (Kontrol Jumlah Cairan dan Kondisi Pasien Hemodialis).

Untuk yang terkait tata kelola, RS ini punya inovasi “Getuk Sapi” atau penGEndalian kepaTUhan dan risiKo berSAma sPI di RSUD Bangil.  Ini adalah jargon yang mencerminkan inovasi SPI (satuan pengawas internal) dalam   metodologi kinerja audit yang berbasis risiko, sehingga SPI tidak hanya fokus kepada temuan atas kelemahan atau penyimpangan saja, namun penyelesaian yang konstruktif.

BACA JUGA:   Berkat Digitalisasi, Masyarakat Kini Makin Mudah Akses Layanan Kesehatan di RSUD dr Soeratno Gemolong

“Peran SPI berfungsi tidak hanya sebagai pengawas internal tapi juga sebagai konsultan dan katalisator dalam rangka membantu kinerja RSUD Bangil dalam menciptakan manajemen yang efsien dan produktif dalam pengelolaan pelayanan,” tuturnya. 

Saat ini SPI telah melakukan reorientasi dalam melakukan audit dengan melakukan pendekatan audit berbasis risiko. Tiga aspek dalam Audit Berbasis Risiko, yaitu penggunaan faktor risiko dalam perencanaan audit, identifikasi risiko independen dan penilaian, serta partisipasi dalam inisiatif manajemen & proses risiko.

Kenaikan Kinerja Bisnis

Berbagai inovasi layanan dari RSUD Bangil ini sejalan dengan kinerja bisnis yang juga terus meningkat. Meskipun berstatus BLUD, RSUD Bangil tetap menjalankan proses bisnis yang sehat dengan proporsi 60 persen profit dan 40 persen sosial.

Dalam dua tahun terakhir, kinerja pendapatan RSUD Bangil selalu di atas target.  Pada 2022, dari target pendapatan Rp 145 miliar, terealisasi Rp 217,6 miliar. Demikian pula kinerja pendapatan pada 2023, dari target Rp 174 miliar, terealisasi Rp 206,119 miliar.

Tak hanya itu, jumlah kunjungan pasien juga selalu di atas target. Tahun 2022, dari target kunjungan 161.903, realisasinya 169.387. Sedangkan pada 2023, target kunjungan 162.266, terealisasi 201.485 kunjungan.

“Capaian pendapatan BLUD tahun 2023 meningkat terus per bulan seiring dengan peningkatan kunjungan rawat jalan, IGD, dan rawat Inap  mulai bulan Januari hingga Desember tercapai 118,53 persen,” ujar dr. Arma.

Untuk target kinerja berdasar penugasan dari kepala daerah, menurut dr. Arma, RSUD Bangil juga selalu mencapai di atas target.  Ada empat indikator kinerja, pertama adalah nilai akreditasi dari target 80,20, tercapai 93,47. Kedua, indikator Indeks Kepuasan Masyarakat dari target 82,80 persen, tercapai 87,42 persen. Ketiga, Kejadian kematian ibu bersalin di RSUD Bangil dari target 18/100 ribu KH, tercapai 7,54/100 ribu KH. Keempat adalah meningkatnya kualitas nilai SAKIP dari target 80,82, tercapai 81,85.

Untuk tren bed occupation ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di RSUD Bangil pada 2023 dalam tren yang meningkat. Pada periode Januari-Juli, BOR RSUD Bangil berada di bawah 60 persen, berkisar 49,73-59,4. Pada Agustus hingga Desember 2023, pemanfaatan tempat tidur di RSUD Bangil sudah ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan yaitu berkisar 60-85 persen.

Tags: RSUD BangilTOP BUMD Awards 2023TOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Inovasi Digital Jadi Andalan Kemajuan Bisnis dan Layanan RSUD Grati

Next Post

Petronas Menangkan WK Bobara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR