Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi bergerak melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (5/03/2024) memperlihatkan judul ‘IHSG Berpotensi Bergerak Melemah’.
Pada perdagangan semalam (5/3) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones -1,04%, diikuti S&P 500 1,02% dan Nasdaq 1,65%. Pelemahan pasar disebabkan karena penurunan saham-saham teknologi seperti Apple yang turun 3% pada perdagangan semalam.
Dari pasar komoditas terpantau mayoritas menguat. Emas +0,93% ke level USD 2.142/toz, nikel 0,91% ke level USD 17.930, batubara 0,89% ke level USD 141,4/ton, dan CPO 1,24% ke level MYR 3.989. Sedangkan minyak -0,90% ke level USD 78,2/bbl.
Bursa regional ditutup mixed pada perdagangan kemarin. Nikkei -0,03%, Hangseng -2,61% dan Shanghai +0.28%. Dari Indonesia sendiri, IHSG kemarin ditutup melemah 0,33% ke level 7.253 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 764,9 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell (Rp 301,6 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net sell (Rp 463,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 118,5 miliar), TLKM (Rp 109,1 miliar), dan BBCA (Rp 35,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 55,6 miliar), ITMA (Rp 31,1 miliar), dan PTBA (Rp 25,9 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBCA, ADRO, sementara top lagging movers emiten BREN, TLKM, ASII.
Pagi ini bursa regional dibuka melemah, Nikkei -0,76% dan Kospi 0,39%. “Kami perkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahannya seiring sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
