Jakarta, TopBusiness—PT Bandung Daya Sentosa (BDS) mencatatkan kinerja keuangan yang baik di tahun 2023. Dalam hal itu, BUMD tersebut telah mencatatkan laba senilai Rp955 juta di tahun 2023. Adapun aset di tahun 2023 senilai Rp17,69 miliar.
“Sementara itu, modal yang kami punyai saat berdiri di Desember 2022, di Rp3,3 miliar, dan cairnya di Juni 2023. Jadi, kami benar-benar mengupayakan agar modal tersebut bisa berkembang,” kata Direktur Utama Bandung Daya Sentosa, Yanuar Budinorman, hari ini. Ia saat itu menyajikan presentasi melalui jaringan internet untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga.
Yanuar menyebut satu hal yang menguntungkan bagi BDS di tahun pertama beroperasi. Yakni bahwa personil di jajaran manajemen puncak (top management) atau pun karyawan, berpengalaman memadai dalam semua proses bisnis dan manajemen bisnis.
Jajaran direksi merupakan mantan eksekutif bisnis di BUMN. “Jadi, dari awal, kami sudah mengupayakan adanya praktik GCG (good corporate governance,” Yanuar mengatakan.
Karena modal disetor dari pemegang saham tersebut baru masuk di Juni 2023, manajemen BDS sebenarnya hanya punya waktu enam bulan di tahun tersebut untuk membangun ‘pijakan’ awal, agar langkah di tahun 2024 lebih baik. “Dan syukurlah, kami melalui tahun 2023 dengan baik.”
Bisnis utama BDS adalah di bidang perdagangan, agro bisnis, agro industri, dan bisnis berdasarkan penugasan/mandatory. Untuk tahun 2023, BDS banyak berkiprah di bisnis perdagangan. Di tahun 2024 dan seterusnya, barulah masuk ke bidang bisnis yang lain.
“Untuk tahun 2023, kami bisa dikatakan menjalankan 50% dari keseluruhan bidang bisnis BDS. Dan di tahun 2024, angka itu sudah mencapai 70%,” demikianlah Yanuar menjelaskan lagi.
Bagaimana dengan tata kelola di BDS? Menjawab pertanyaan tersebut, Yanuar mengatakan bahwa BDS sudah mulai mempraktikkan manajemen risiko. Maka, semua proyek yang dijalankan di perusahaan tersebut harus terlebih dulu melalui manajemen risiko dan analisis bisnis.
