Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (7/03/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (7/3). Dow +0,34%, S&P 500 1,03%, dan Nasdaq 1,51%. Pasar AS menguat seiring dengan The Fed menegaskan penurunan suku bunga di tahun ini membuat optimisme pada pelaku pasar.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak turun 0,25% ke level USD 78,9/bbl, batubara -0,91% di level USD 135,5/ton, nikel menguat 1,61% ke level USD 17.605/ton dan CPO melemah 0,24% ke level MYR 4.071. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,32% ke level USD 2.165/toz.
Bursa Asia pada Kamis (7/3) ditutup mayoritas melemah. Nikkei -1,23%, Hang Seng 1,27%, sedangkan Shanghai +0,41%.
IHSG ditutup +0,60% ke level 7.374,0 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 478,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy (Rp 515,6 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing (Rp 37 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 421,3 miliar), TPIA (Rp 83,3 miliar), dan BBNI (Rp 80,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 205,9 miliar), ASII (Rp 59,9 miliar), dan UNTR (Rp 59,8 miliar). Top leading movers emiten TPIA, BBCA, BREN, sementara top lagging movers emiten GOTO, ICBP, ASII.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,53% dan KOSPI 1,1%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
