Jakarta, TopBusiness—PT Batavia Prosperindo Internasional, Tbk., merencanakan memecah nilai saham yang diperdagangkan (stock split) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu dengan perbandingan ini: setiap satu lembar saham lama akan mendapatkan 20 lembar saham baru (1:20). Tujuan hal itu yakni karena kini saham perusahaan tersebut memiliki likuditas rendah dan masuk papan pemantauan khusus.
Hal tersebut dijelaskan Direktur Utama Batavia Prosperindo, Rudi Setiadi, dalam keterbukaan informasi untuk investor bursa saham, pada akhir pekan kemarin.
Rudi menjelaskan bahwa, dengan stock split tersebut, saham Batavia Prosperindo berharga lebih rendah, sehingga lebih terjangkau para investor. “Stock split ini juga dapat meningkatkan jumlah investor individual atau ritel,” kata dia.
Rudi pun mengatakan bahwa, stock split tersebut, akan meningkatkan likuiditas Batavia Prosperindo.
Jumlah saham Batavia Prosperindo setelah stock split akan bertambah dari sebelumnya 515.498.662 lembar ke 10.309.973.240 lembar saham.
Stock split itu akan dilaksanakan setelah persetujuan dari dari RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) yang direncanakan berlangsung di 16 April 2024. Sesuai POJK No. 15/2022, pelaksanaan pemecahan saham wajib dilakukan paling lambat 30 hari kalender setelah pelaksanaan RUPSLB yang menyetujui pelaksanaan rencana pemecahan saham tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data dari Investing.com, saham Batavia Prosperindo Internasional (Kode: BPII) ditutup seharga Rp10.350 per lembar pada Jumat akhir pekan kemarin. Tanggal 30 November 2021, harga saham tersebut di Rp5.900 per lembar.
