TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KEK Sanur Terapkan Green Environment dan Zero Emission

Nurdian Akhmad
14 March 2024 | 11:11
rubrik: Business Info
KEK Sanur Terapkan Green Environment dan Zero Emission

Jakarta, TopBusiness – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, menghadirkan kawasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini didukung dengan fasilitas di area The Sanur yang menerapkan green environment dan zero emission.

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh The Sanur untuk menjalankan komitmen dalam mewujudkan kawasan yang ramah lingkungan yaitu dengan mengoptimalkan pengolahan air kotor dengan membangun Waste Water Treatment Plan (WWTP),” ujar Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Christine Hutabarat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Christine menjelaskan, WWTP merupakan fasilitas khusus di KEK Sanur yang dirancang dan digunakan untuk membersihkan air limbah sebelum air tersebut dialirkan kembali ke lingkungan. Air kotor yang telah diproses di WWTP kemudian akan digunakan untuk kebutuhan landscaping di area KEK Sanur.

Fasilitas selanjutnya yaitu Tempat Pembuangan Sampah Sementara atau TPSS yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara. Christine menyampaikan Sanur dilengkapi TPSS yang sudah menerapkan metode sustainability berupa pemisahan tempat pembuangan sampah domestik, B3 dan B3 medis.

Christine mengatakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di The Sanur mampu mengolah air limbah sekitar 1.500 m3 per hari. Fasilitas ini didukung powerhouse yang mampu menampung hingga 20MVA serta tangki air tanah berkapasitas 4.000 m3, dan lima tempat penyimpanan sampah sementara termasuk limbah B3 Medis.

“Ke depannya, sampah organik yang dihasilkan dari satu area KEK Sanur akan  didaur ulang menjadi pupuk yang akan digunakan kembali di area Ethnomedicinal Botanic Garden. Selain itu, pengangkutan sampah dari TPSS nantinya dilakukan menggunakan electric vehicle,” ucap Christine.

Guna memenuhi kenyamanan dan kebutuhan pengunjung nantinya, lanjut dia, KEK Sanur juga dilengkapi dengan green area seluas 5,1 hektare bernama Ethnomedicinal Botanic Garden. Fasilitas ini memiliki beragam koleksi tanaman yang telah dikurasi sebagai representatif budaya, wilayah, dan tradisi yang mana saat ini sudah terdapat sekitar 1.460 tanaman buah-buahan dan obat-obatan.

BACA JUGA:   Tarik Pengunjung, The Meru Sanur di KEK Sanur Gelar ‘Melukat dan Pratiti’

Christine menyampaikan konsep kawasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan juga akan diterapkan di area hotel yang berada di kawasan The Sanur, Bali Beach Hotel dan The Meru Sanur dengan menggunakan produk dengan bahan ramah lingkungan. Christine mencontohkan sikat gigi yang berasal dari material ramah lingkungan berupa bambu dan sendal hotel yang terbuat dari anyaman.

“Selain itu, guna mengurangi sampah plastik, beverage yang ditawarkan di area hotel menggunakan botol kaca dan sedotan berbahan material ramah lingkungan berupa pati jagung,” sambung Christine.

Christine menyampaikan KEK Sanur juga mendukung program pemerintah menuju zero emission 2060 dengan mengurangi karbon emisi di area kawasan dengan menggunakan kendaraan listrik. Saat ini mobilitas di area kawasan menggunakan buggy car electric.

Christine mengatakan HIN sebagai anggota holding BUMN pariwisata dan pendukung atau InJourney berkomitmen menghadirkan konsep green environment dan sustainability dalam setiap tahapan dan bussiness process di KEK Sanur.  Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan visi destinasi pariwisata kesehatan “World Class Medical and Wellness Destination” yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan berkesinambungan untuk menjaga warisan budaya Bali.

“Hal ini juga Sejalan dengan visi InJourney Green “Becoming Leading Green Indonesia Tourism Corporation for Sustainable Destination Ecosystem” sebagai langkah mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi sektor sosial, ekonomi dan lingkungan,” kata Christine.

Tags: Kawasan Ekonomi Khusus SanurKEK SanurPT Hotel Indonesia Natou
Previous Post

AAJI Gelar Insurtech Forum 2024

Next Post

Gandeng Pandanaran Hotel Group, IDEA Buka Cabang ke-7 di Jogja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR