Jakarta, TopBusiness – Berdiri pada 1961, Bank Sumut kini menjelma jadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di luar Jawa baik dari sisi laba bersih dan total aset. Secara nasional, Bank Sumut merupakan BPD terbesar kelima setelah BJB, Bank Jatim, Bank Jateng, dan Bank DKI.
Sedangkan dari sisi aset, bank milik pemerintah daerah di Sumatera Utara ini berada di peringkat enam di bawah Bank Kaltimtara yang berada di posisi kelima.
Dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Rabu (13/3/2024), Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi (TI) PT Bank Sumut Arieta Ariyanti PL memaparkan kinerja keuangan dan bisnis perusahaan dalam dua tahun terakhir ini.
Pada 2023, kata Arieta, Bank Sumut meraih laba bersih Rp 740 miliar, naik 5,62 persen secara year on year (YoY) atau dibandingkan dengan tahun 2022. “Secara industri, BPD di Indonesia mengalami kontraksi dari sisi pertumbuhan laba. Tapi Bank Sumut mampu membukukan pertumbuhan laba yang positif dibandingkan tahun 2022,” ujar dia.
Kinerja laba yang mentereng tersebut, menurut Arieta, karena keberhasilan Bank Sumut dalam menghimpun dana dari pihak ketiga sebesar Rp 35 triliun, naik 9,75 persen secara YoY dan dari sisi kredit juga tumbuh 5,38 persen menjadi Rp 29,4 triliun.
Selain itu, Bank Sumut berhasil menjaga profitabilitas dengan perbaikan dari sisi kualitas aset yang tercermin dari turunnya NPL atau kredit macet sebesar 0,24 persen (YoY) menjadi 2,38 persen dan dari sisi permodalan (CAR) ada di rasio 22,7 persen, meningkat 2,57 persen dibandingkan tahun 2022. Total aset Bank Sumut tahun 2023 mencapai Rp 44,4 triliun, tumbuh 9,29 persen secara YoY.
Menurut Arieta, Bank Sumut saat masih KBI 1 atau kelompok bank dengan modal inti Rp 3 hingga Rp 6 triliun. “Cita-cita kami naik kelas ke KBI 2 dengan modal inti Rp 6 triliun,” ucapnya.
Sebab itu, menurut Arieta, Bank Sumut tahun 2024 ini menyusun strategi untuk aksi korporasi untuk persiapan IPO (initial public offering) maupun penerbitan obligasi perpetual yang sedang dikaji perusahaan. “Ini sedang kami kaji lebih lanjut terkait demand di pasar modal,” kata Arieta.
Saat ini, kata dia, Bank Sumut sudah memenuhi batas minimal modal inti sebagai BPD yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Rp 3 triliun. Berdasarkan POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, BPD wajib meningkatkan modal intinya minimal Rp 3 triliun paling lambat 31 Desember 2024, atau cukup memiliki Rp1 triliun sepanjang BPD tersebut efektif tergabung menjadi anggota dari KUB (kelompok usaha bank).
Bank Sumut saat ini sudah beroperasi di 33 Kabupaten/ Kota di Sumatera Utara dan 4 provinsi di Indonesia. Total layanan Bank Sumut saat ini ada satu kantor pusat, 37 kantor cabang, 155 kantor cabang pembantu, 3 kantor cabang koordinator, 6 kantor cabang syariah, 6 kantor cabang pembantu syariah, 36 kas mobil, dan 353 unit ATM
Transformasi Digital
Untuk mendukung bisnis dan layanan perbankan, Bank Sumut mulai melakukan transformasi digital pada 2020 dengan meluncurkan channel Mobile Banking dan layanan CMS atau cash management system untuk pemerintah daerah. “Kami punya CMS untuk RKUD pemerintah daerah yang terkoneksi dengan rekening di Bank Sumut,” kata Ariesta.
Seiring aturan OJK terkait cyber security dan IT transformation, kata dia, Bank Sumut melanjutkan proses transformasi digitalnya pada 2021 dengan merumuskan RSTI atau rencana strategis pengembangan TI untuk lima tahun ke depan. “Cyber security masuk agenda pengembangan yang kami perkuat sampai saat ini. Tahun 2023 kami memperoleh ISO 27001 untuk Facility Data Center,” ujar dia.
Saat ini, Bank Sumut sudah mengembangkan layanan digital baik untuk individu, korporasi/BUMD/UMKM, dan layanan digital untuk Pemda. Untuk individu, layanan digital yang sudah dikembangkan antara lain Sumut Mobile, Sumut card (Kartu Uang elektronik), Sumut Debit/ATM, Sumut Link (Laku Pandai), E-statement, KMG Online.
Sedangkan layanan digital untuk korporasi/BUMD/UMKM antara lain e-Pendidikan, e-PDAM, e-Pasar, QRIS Merchant (Indibiz Pay), Mesin EDC, Open API/Host to Host, dan Sumutnet Corporate.
Untuk layanan digital Pemda, ada yang terkait pendapatan daerah dan pengeluaran daerah. Layanan digital terkait pendapatan daerah dalam bentuk PAD (pajak daerah, hotel, resto dan lainnya) maupun retribusi (parkir, jasa dan lainnya), antara lain eSTS, ePBB, eBPHTB, eKIR, eParkir, Tappingbox, e-SAMSAT.
Sedangkan untuk pengeluaran daerah seperti subsidi dan bansos, pengeluaran pembangunan, pengeluaran rutin (gaji ASN, modal kerja dan lainnya), Bank Sumut memiliki layanan SUMUTNet Sejahtera, SIPD, dan KKPD.
Tahun 2023, Bank Sumut juga sudah mengImplementasi Fraud Detection System (FDS) untuk memperkuat security ITdi Bank Sumut. FDS ini memiliki fitur realtime detection, machine learning/artificial intelligent, multi channel integrated, dan behavioral profiling. “Dengan diimplementasikan FDS kami dapat melakukan tindakan pencegahan guna meminimalisir serangan-serangan cyber yang terjadi,” ujarnya.
Penetrasi Pembiayaan
Dalam presentasinya, Ariesta menegaskan bahwa captive market Bank Sumut adalah aparatur sipil negara (ASN) dan pengelolaan dana pemerintah daerah (pemda). Selain itu, Bank Sumut tahun 2024 ini berupaya mengembangkan ekosistem pemerintah daerah antara lain ke BUMD, Dana Desa, dan kontraktor Pemda.
“Jadi selain intensifikasi dari sisi penetrasi pembiayaan ASN dan pengelolaan dana pemda yang belum 100 persen di kami, terakhir itu masih sekitar 57-58 persen, selebihnya masih cukup luas untuk penetrasi. Dari sisi ekstensifikasi kami akan memperluas bisnis dengan tetap fokus di pemerintah daerah, tapi juga turunannya. Kami akan masuk ke BUMD, PD PAM, PD Pasar ,dan Dana Desa. Itu yang tahun 2024 ini kami kembangkan,” tuturnya.
Untuk mendorong Pemda melakukan transaksi di Bank Sumut, menurut Ariesta, pihaknya sedang mengusulkan agar besaran dana CSR perusahaan tidak hanya berkorelasi dengan besaran modal disetor tapi juga berdasarkan rekening kas umum daerah (RKUD) Pemda.
Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2024, Bank Sumut juga akan mengembangkan layanan devisa untuk kegiatan treasury.
Tahun lalu, Bank Sumut mendapatkan penghargaan Golden Trophy dalam ajang TOP BUMD Awards 2023. Itu merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD yang meraih penghargaan level Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut.
Selain Golden Trophy, Bank Sumut juga meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2023 BPD Bintang 5, serta penghargaan TOP CEO BUMD 2023 untuk Plt. Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto. Di samping itu, ada penghargaan TOP Pembina BUMD 2023 untuk Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
