Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi bergerak menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (21/03/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pada penutupan semalam (20/3) bursa AS ditutup menguat. Dow Jones +1,03%, S&P 500 0,89% dan Nasdaq 1,25%. Penguatan didukung oleh hasil rapat The Fed yang mempertahankan tingkat suku bunga bulan ini dan berencana akan menurunkan suku bunga sebanyak 3 kali sebelum akhir tahun ini.
Pasar komoditas tercatat ditutup mayoritas menguat. emas +1,71% ke level USD 2.219/toz, nikel 0,98% ke level USD 17.588 dan CPO 1,71% ke level MYR 4.273. Sedangkan minyak -1,83% ke level USD 81,68/bbl dan batu bara 0,16% ke level USD 124,90/ton.
Dari bursa regional kemarin, ditutup menguat. Nikkei +0,66%, Hangseng 0,08% dan Shanghai 0,55%. Sedangkan pada perdagangan bursa Indonesia ditutup melemah 0,27% ke level 7.317 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 354,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net Rp 325,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 28,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 315 miliar), ASII (Rp 111 miliar), dan AMRT (Rp 55 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 215 miliar), BMRI (Rp 95 miliar), dan MDKA (Rp 17 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXHLTH, sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXTECH. Top leading movers emiten BBRI, TPIA, KLBF, sementara top lagging movers emiten BMRI, GOTO, BBCA.
Pagi ini bursa regional dibuka menguat. Nikkei +1,26% dan Kospi 1,52%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
