Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (25/03/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pada penutupan Jumat lalu (3/22), pasar AS bergerak mixed. Dow Jones -0,77%, S&P 500 -0,14%, dan Nasdaq +0,16%. Pasar saham AS mengalami kenaik untuk kelima bulan berturut-turut didorong oleh rencana pemangkasan suku bunga Fed dan antusiasme investor pada saham teknologi dalam lonjakan AI.
Pasar komoditas terpantau melemah pada Jumat (3/22) kemarin. Minyak WTI -0,37% ke level USD 80,63/bbl, Brent -0,5% ke level USD 83,55/bbl, harga batubara -0,12% di level USD 124,5/ton, dan CPO -2,01% ke level MYR 4,273. Harga emas terpantau melemah 1,05% ke level USD 2.181,6/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (3/22) kemarin. Kospi -0,23%, Nikkei +0,18%, Hang Seng -2,16%, dan Shanghai -0,94%.
IHSG ditutup menguat 0,16% ke level 7.350,2. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 372,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell (Rp 138,3 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing (Rp 511,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh TLKM (Rp 104,7 miliar), BBTN (Rp 88,4 miliar), dan AMRT (Rp 75,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 435,2 miliar), UNTR (Rp 35,8 miliar), dan ANTM (Rp 26,7 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXHLTH, sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXENER. Top leading movers emiten BBRI, GOTO, BBTN, sementara top lagging movers emiten AMMN, MDKA, BBCA.
Pagi ini Nikkei menguat 0,18%, namun Kospi melemah 0,23%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah pada hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
