TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Operasional Bisnis KALOG Menuju Green Operation dan Kembangkan CSV

Albarsyah
23 April 2024 | 21:54
rubrik: Event
Operasional Bisnis KALOG Menuju Green Operation dan Kembangkan CSV

foto: kalogistics.co.id

Jakarta, TopBusiness – PT Kereta Api Logistik atau disebut KALOG sedang melakukan transformasi bisnis menjadi perusahaan logistik untuk mendukung sektor bisnis pertambangan serta sektor lainnya, sekalian menuju green operation dengan berbasiskan pada creating shared value (CSV).

Ditegaskan VP of Corporate Secretary PT Kereta Api Logistik (KALOG) Dwi Wulandari, tujuan perusahaan adalah akan menjadi perusahaan logistik terpadu, unggul dan terpercaya. “Karena logistik unggul akan menghasilkan produk yang sangat kompetitif pula, karena komponen logistik masih  sangat besar dalam perhitungan sebuah produk”, kata Dwi dan didampangi Adjeny Putri Adhato sebagai Manager of Public Relation kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2024 melalui aplikasi rapat zoom, Selasa (23/4/2024}.

Apalagi, lanjut Dwi, kereta api harus bisa lebih unggul dari moda tranportasi lainnya, karena infrastruktur kita sudah cukup memadai. “Juga diperlukan inovasi bisnis agar bisnis logistik terus bertumbuh memberikan kontribusi besar dalam APBN negeri ini,” ujar dia.

Saat ini bisnis KALOG di terminal muat batubara Kertapati, Sumatera Selatan dan terminal bongkar. Dalam pengembangan bisnis, KALOG merambah di bidang logistik untuk pengangukutan Limbah B3 dan produk semen. Dikatakan Dwi, untuk menuju green operation pihaknya melakukan berbagai upaya atas perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan moda darat berupa transpotasi perkerataapian ini supaya meraih PROPER. “Saat ini masih di peringkat PROPER MERAH,” ucap dia.

Ada beberapa upaya untuk mengurangi risiko operasional yang kurang baik, seperti di terminal bongkar muat batubara. KALOG telah merubah bongkar muat menggunakan conveyer belt langsung pengisian tambang batubara ke log kereta api, dimana selama ini menggunakan trucking. Dengan penggantian ke conveyer belt mendapatkan hasil yang lebih bersih, karena debu batubara yang beterbangan akan berkurang. Energi buangan pun tidak ada lagi. Dan juga mengurangi kadar nox dari hasil pembangkaran buang dari trucking yang selama ini menghasilkan polutan yang sangat tinggi, dengan conveyer belt zero (nol) gas buang yang dihasilkan.

BACA JUGA:   Halal Export Indonesia 2025 Hadir Kembali sebagai Bagian Trade Expo Indonesia

Dikatakan, dampak lingkungan terhadap inovasi bongkar muat menggunakan conveyer belt ini mengubah lingkungan sekitar dari debu yang beterbangan. “Dengan ini akan mengurangi dampak lingkungan terhadap para pekerja dan juga masyarakat sekitar dari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), hal ini terbukti dengan survei dan program kesehatan rutin KALOG yang diselenggarakan kepada masyarakat dan para pekerja,” kata Dwi.

Dampak sosialnya, KALOG turut langsung memberikan proporsi terbesar agar sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama untuk diserap dan dipekerjakan di seluruh lini KALOG. Dan manajemen pun memberikan peningkatan kompetensi kualitas SDM ini dengan berbagai kegiatan training serta memberikan sertifikasi kompetensi agar pekerja lokal menjadi pekerja profesional di bidang masing-masing.

Sedangkan dampak ekonomi lokal, memberikan dampak besar akan peningkatan taraf hidup masyarakat lokal serta meningkatkan kualitas standar kompetensi profesionalitas.

“KALOG menuju environmental, social and governance (ESG), ini merupakan tujuan dan transformasi untuk memacu perusahaan logistik kereta api agar bisa menjadi perusahaan yang bertangung jawab akan opersionalnya melalui green operation, menghijaukan bumi, menekan gas rumah kaca dan net zero emission (NZE),” papar Dwi.

Tak terkecuali, KALOG pun turut melakukan pembinaan perekomonian rakyat yang tertuang dalam corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk seperti transplantasi bibit terumbu karang,  melakukan penanaman pohon di lingkar operasional perusahaan dan mengadakan kegiatan- kegiatan kesehatan bagi seluruh masyarakat secara rutin.

Tags: kereta api logistik
Previous Post

Kinerja Perbankan Stabil, Mirae Asset dan STAR AM Sarankan Investasi di Reksadana Indeks Infobank15

Next Post

Qualcomm dan Meta Umumkan Kolaborasi Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR