Pasaruan -Thebusinessnews. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiratkan ada kecenderungan keringnya likuiditas perbankan. Pasalnya hingga akhir Juni 2016 rasio alat likuiditas perbankan nasional sudah pada lampu kuning yakni sebesar 91,19 persen, sementara batas toleransi sebesar 92 persen.
Selain itu adanya kecenderungan penurunan simpanan yang pada gilirannya mempengaruhi likuiditas perbankan.Menurut Deputi Direktur Pengembangan dan Pengawasan Manajemen Krisis OJK, Aslan Lubis bahwa hingga akhir Juni 2016 pertumbuhan dana pihak ketiga (DKP ) hanya 5,90 persen (yoy).
“ Pertumbuhan DPK ini juga diluar kebiasaan pertumbuhan DPK perbankan nasional yang pada tahun tahun lalu selalu tumbuh dua digit” terang dia dalam paparan Pelatihan Wartawan OJK di dataran tinggi Bromo- Tengger Pasuruan, Jawa Timur, Jumat(26/8/2016).
Ia menerangkan pertumbuhan DPK pada periode yang sama tahun lalu sebesar 12,65 persen. Sementara jumlah total DPK hingga akhir Juni 2016 sebesar Rp 4574 triliun. Pertumbuhan itu ditopang oleh Giro dan tabungan tumbuh masing masing 1,04 persen (mtm) dan 5,42 persen. Sedangkan deposito masih mendominasi DPK namum kali ini turun 0,84 persen (mtm).
Pennurunan itu kata dia, bukan lah disebabkan adanya kebijakan pembatasan bunga deposito pada Bank BUKU III dan BUKU IV dan beralihnya deposito ke instrumen investasi pasar modal. “ Masing masing instrumen investasi punya nasabah masing masing, “ elak dia ketika ditanya apakah penurunan deposito itu diakibatkan nasabah mengalihkan dana investasinya pada instrumen pasar modal.
Kedepan kata dia, likuiditas perbankan akan bergantung kepada berhasilan pengampunan pajak. “Kita berharap dana repatriasi hasil program pengampunan pajak berhasil sehingga dapat membantu likuiditas perbankan, “ harap dia.
Kalaupun program andalan pemerintah tak berhasil, kata dia lagi, likuditas perbanka akan tetap tertolong asalkan tidak terjadi pulang dana asing ke negera asal atau capital outflow. Untuk diketahui dana repatriasi hingga 26 Agustus 2016 baru mencapai Rp 7.66 triliun. (az)