Pasuruan -Thebusinessnews. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap yakin pertumbuhan kredit perbankan dapat menyentuh 10-12 persen sampai akhir tahun nanti. Hingga Juni 2016, Penyaluran kredit perbankan nasional baru tumbuh sebesar 8,89% secara year on year (YoY).
“Memang pertumbuhan kredit semester I 2016 melambat sebab biasanya pertumbuhan kredit pada tahun tahun sebelumnya diatas dua digit bahkan sempat menyentuh 20 persen tahun 2012,”ungkap Deputi Direktur Pengembangan dan Pengawasan Manajemen Krisis OJK (Otoritas Jasa Keuangan ) Aslan Lubis di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat(26/8/2016).
Sehingga pada tahun ini pihaknya berkeyakinan pertumbuhan kredit hanya berada pada kisaran 10-12 persen, hal itu berdasarkan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) Juni 2016.” Revisi RBB masih optimis, angka mereka masih di kredit 12% DPK 10%. Ini masih sesuai dengan proyeksi kredit kami 10-12%,” ujar Aslan.
Ia melanjutkan, angak pertumbuhan itu ditopang oleh pertumbuhan kredit kelompok bank BUKU IV yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA) yang memasang pertumbuha kredit diatas 15 persen
“Kita tahun Bank BUKU IV mecapture 50% jadi dengan itu membaikpun sudah cukup,” jelasnya.
Sementara Bank BUKU III, II, dan I merevisi pertumbuhan kebawah . sedangkan dari sisi penyaluran kredit, perbankan masih mengandalkan sektor rumah tangga, perdagangan besar dan industri pengolahan. Tercatat hingga semester I 2016, ketiga sektor tersebut telah menyerap kredit sebesar Rp2509,5 triliun atau 60,21 persen dari total penyaluran kredit perbankan nasional yang sebesar Rp4168,31 triliun.(az)