Jakarta-Thebusinessnews. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi meluncurkan sistem pengelolaan investasi terpadu (S-Invest). Dengan diluncurkannya S-Invest, maka pasar modal Indonesia kini memiliki platform dan sistem terintegrasi untukindustri pengelolaan investasi reksa dana.
Menurut Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi bahwa sistem S-Invest menjadi tonggak sejarah baru pasar modal Indonesia, karena untuk pertama kalinya sistem pengelolaan investasi yang terintegrasi diterapkan.
“S-invest akan mengintegrasikan seluruh sistem reksa dana dalam satu platform sehingga dapat meningkatkan tranksasi reksa dana,” kata Friderica,di Jakarta, Selasa (30/8/2016).
S-Invest, menurut Friderica, merupakan salah satu rencana strategis KSEI selain pengembangan sistem utama C-BEST Next-G dan AKSes Financial Hub. Implementasi S-Invest tersebut merupakan langkah baru bagi industri pengelolaan investasi untuk mencapai industri yang lebih efisien dan transparan.
Bahkan, Friderica menyebut bahwa Indonesia menjadi negara pertama di Asean yang menerapkan kewajiban penggunaan sistem pengelolaan investasi terpadu, mengikuti jejak Korea Selatan (Korsel) yang telah lebih dahulu menerapkan kewajiban serupa.
Sebelum S-Invest diimplementasikan, Indonesia tidak memiliki standarisasi dalam pengelolaan dan pengadministrasian produk investasi. Masing-masing pelaku memiliki prosedur dan mekanisme yang tidak seragam, sehingga alur bisnis pengelolaan investais menjadi tidak efisien dalam hal waktu maupun biaya. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan pengembangan sistem yang dapat mengintegrasikan proses bisnis pengelolaan investasi secara otomatis dan efisien.
Ia melanjutkan, melalui implementasi S-Invest, investor reksa dana juga diberikan nomor Single Investor Identification (SID) sebagai pemenuhan mandat atas peraturan OJK (POJK) No.28/PoJK.04/2016 tentang sistem pengelolaan investasi terpadu, sehingga KSEI memiliki basis data investor yang lebih lengkap.(az)
