TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wujudkan Program CSR Berkelanjutan, Sasa Inti Hadirkan Inovasi Produk Berfortifikasi

Abi Abdul Jabbar Sidik
30 April 2024 | 09:57
rubrik: CSR, Event
Wujudkan Program CSR Berkelanjutan, Sasa Inti Hadirkan Inovasi Produk Berfortifikasi

Jakarta, TopBusiness – Dulu orang mungkin mengenal PT Sasa Inti hanya sebagai perusahan penghasil micin  (MSG Company) yang terkesan kuno, kolot dan tidak keren khususnya dikalangan anak-anak muda. Namun sejak melakukan transformasi dan mengusung strategi keberlanjutan pada tahun 2019, stigma tersebut perlahan hilang.  Perusahaan kini tak hanya lagi dicitrakan sebagai perusahaan micin namun menjadi Kitchen Food Brand Company yang menghasilkan beragam produk bumbu dapur mulai dari bumbu-bumbu instan, tepung bumbu, berbagai jenis saus hingga produk santan yang banyak digemari masyarakat. 

Sasa Inti juga berhasil merubah stigma negatif  masyarakat terhadap produk Monosodium Glutamat (MSG) yang dianggap tidak sehat menjadi produk yang aman dikonsumsi. Keberhasilan ini dicapai melalui perjalanan transformasi perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam mendukung keberlanjutan bisnis. Dimana perusahaan selalu berupaya untuk memberikan nilai tambah dan nilai manfaat kepada semua stakeholdersnya mulai dari pemegang saham, regulator, pelanggan, supplier, vendor, lingkungan dan tentunya masyarakat.

Rida Atmiyanti, Head of Stakeholder Relation PT Sasa Inti mengatakan cikal bakal transformasi dan strategi keberlanjutan Sasa Inti ditandai dengan re-design visi misi perusahaan dan  diluncurkannya semangat ‘CARE’ atau Sasa Basic Mentality pada 2019. CARE  yang merupakan singkatan dari Courage, Action Oriented, Respectful, dan Enthusiastic menjadi landasan perusahaan untuk kemudian melakukan berbagai aktivitas termasuk salah satunya adalah CSR. Melalui semangat CARE inilah perusahaan mempercepat proses inovasi teknologi dan produk, mengoptimalkan kinerja manufacturing, meningkatkan pencapaian sales, keunggulan operasi dan mempertahankan standar kualitas industri. Selain itu, mereka juga memastikan kesiapan organisasi dan SDM.

“Dengan semangat CARE dan komitmen keberlanjutan tersebut kami berhasil melakukan berbagai inovasi salah satunya dengan melakukan fortifikasi terhadap produk-produk dari Sasa Inti. Produk-produk Sasa yang terfortifikasi alias bervitamin dan mineral, seperti tepung bumbu, serta santan sehat yang mengandung omega dan fiber ini telah teruji tetap dapat mempertahankan kandungannya meskipun telah melewati proses penggorengan. Produk ini tentunya adalah inovasi yang  memenuhi tujuan keberlanjutan dan memberi nilai manfaat bersama baik bagi perusahaan, pelanggan hingga masyarakat,” kata Rida dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah Top Business pada Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:   Terapkan GRC Terintegrasi, Kinerja dan Inovasi TI Bank Jombang Melesat

Rida menuturkan dengan Sasa Inti menjadi perusahaan pertama  yang memberikan nilai tambahan fortifikasi kepada konsumen Indonesia melalui produknya, Brand perusahaanpun  meningkat drastis dan semakin kuat, khususnya di kategori MSG, tepung bumbu, dan santan. Di tahun ketiga peluncuran produknya tersebut perusahaan bahkan mampu untuk mengikis konotasi negatif akan MSG hingga 50 persen, khususnya di kalangan usia di bawah 50 tahun,

“Jadi perlahan-lahan perusahaan pun kehilangan stigmanya sebagai perusahaan kuno, yang konvensional dan hanya berorientasi dengan MSG atau micin saja. Jadi memang komitmen kami dalam keberlanjutan mengantarkan kami untuk terus berinovasi dalam mengadirkan produk platinum care yang menambahkan value  pada produk-produk Sasa, berupa vitamin dan mineral. Hal ini menjadi jawaban untuk kebutuhan konsumen akan nutrisi yang lebih baik.  Produk inovasi ini tak lepas dari kepedulian Sasa terhadap konsumen yang mengonsumsi produk-produknya juga upaya kami mencapai keberlanjutan tadi. Dimana kami harap produk-produk kami tidak hanya meningkatnya bisnis yang menjadi fokus kami, tapi juga kesejahteraan dan kesehatan pelanggan dan masyarakat,” jelas dia.

Rida mengatakan dalam mewujudkan tujuan keberlanjutan perusahaan, Sasa Inti berkomitmen menjalankan program CSR melalui pendekatan CSV (Creating Shared Value) atau menciptakan manfaat bersama serta pendekatan ESG (Environment, Social, Government) dimana perusahaan mengelola tanggungjawabnya dengan berfokus pada lingkungan, sosial dan juga tata kelola.

 “Kami cukup  percaya diri bahwa kami agile dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan karena adanya value tentang CARE tadi. Kami juga sangat mengikuti prinsip ESG dan CSV dalam menjalankan CSR-CSR kami. Jadi kami sangat memperhatikan lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. Dalam menjalankan bisnis sesuai dengan ESG kami tidak sendirian, Sasa sangat mengutamakan kolaborasi dengan banyak pihak dan untuk kedepannya sebagai bukti komitmen keberlanjutan perusahaan, saat ini Sasa tengah berusaha untuk bisa achieve dengan sertifikasi sustainability yang disebut BCOrp (B Corporation) yang menggambarkan ESG secara keseluruhan,” ujar Rida.

BACA JUGA:   IDCamp Jadi Andalan CSR Indosat

Diketahui sertifikasi B Corp adalah sertifikasi terhadap Perusahaan dengan bisnis yang memenuhi standar tertinggi kinerja sosial dan lingkungan yang terverifikasi, transparansi publik, dan akuntabilitas hukum untuk menyeimbangkan keuntungan dan tujuan. B Corps mempercepat perubahan budaya global untuk mendefinisikan kembali kesuksesan dalam bisnis dan membangun perekonomian yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ini dimulai sejak tahun 2022 dimana kami mendapat arahan dari top manajemen untuk mengikuti sertifikasi B-Corp, kami lalu mulai belajar mengenai konsep SDG dan bagaiamana Sasa bisa mencapai kesana. Mulai dari training tentang SDG, ESG, Community Development, hingga meraih sertifikasi ISO 37101 tentang pembangunan yang berkelanjutan,” jelas Rida.

“Meskipun secara korporasi ditahun 2022 itu kami masih awam mengenai sustainability, kami mulai membangun dasar-dasarnya dengan membuat Sasa sustainability roadmap dan Sasa Sustainability framework, memulai pembuatan Sustainability Report, kami juga mendalami terus sampai tahun 2023 melakukan detail breakdown dengan membuat manual sustainability, mulai melakukan sosialisasi dan mulai akhirnya mengisi kuisioner online dari B-Corp yang isinya ada 6 aspek terkait ESG. Saat ini kuisioner sudah hampir rampung 99 persen dan tinggal submit untuk proses audit,” tambah dia.

Rida menuturkan salah satu bentuk komitmen perusahaan terhadap ESG dilakukan dengan perusahaan menginisiasi untuk merumuskan standar industri hijau dengan berbagai asosiasi. Sasa Inti juga membangun pabrik terpisah sebagai upaya untuk endekati pusat bahan baku seperti di pabrik ketiga Sasa Inti yang ada di Minahasa Selatan yang khusus memproduksi produk santan. ,

“Kami juga sudah melakukan berbagai inisiatif inisiatif lainnya seperti pembangunan PLTS (Solar Panel), memiliki boiler biomasa, pembangunan instalasi nano bubble untuk air daur ulang dan ada inisiatif untuk mengurangi penggunaan gelas pelastik dari air minum dan lain lain,” pungkas dia.

Previous Post

IHSG Lanjutkan Penguatan

Next Post

Tol Padang Sicincin kian Progresif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR