Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Jombang (Perseroda) atau Bank Jombang terpilih menjadi nominator TOP GRC Awards 2025. Bank Jombang merupakan perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis utama di bidang Perbankan.
Sebagai perusahaan yang memiliki visi: ‘Terwujudnya PT BPR Bank Jombang yang sehat, berdaya saing, aman dan terpercaya’ ini, baru saja mengikuti sesi presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025, (1/8/2025).
Hadir dalam penjurian, Direktur Kepatuhan PT BPR Bank Jombang (Perseroda), Suhariani, SE; Koor Operasional & Pelaporan, Moh Hosaini Musy; Kasubbag IT Dev, Arif Widodo; Kabag SKAI, Nikmatul Izza; dan Kasubbag Kepatuhan, M Denny Alisyahbana.
Dalam penjurian, Suhariani menyatakan jika manajemen memandang kelangsungan bisnis perusahaan sangat dipengaruhi oleh penerapan GRC (Governance, Risk & Compliance) dan ESG (Environmental, Social & Governance) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Kolaborasi GRC dan ESG dapat meningkatkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola risiko, memenuhi persyaratan kepatuhan dan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional Perusahaan. Sehingga kolaborasi GRC dan ESG merupakan Solusi untuk bisnis masa depan yang berkelanjutan.
Guna memperkuat Penerapan GRC dan ESG, Perusahaan salah satunya telah menerapkan GRC Terintegrasi. Penerapan GRC Terintegrasi adalah penerapan GRC berdasarkan prinsip GCG (Transparansi, Akuntabilitas, Tanggungjawab, Independensi, dan Kewajaran). Penerapan GRC terintegrasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) di segala bidang.
Adapun beberapa penerapan GRC Terintegrasi yang diterapkan Bank Jombang di antaranya adalah sebagai berikut. Dalam bidang kepegawaian, bank telah menerapkan aplikasi SIBEGAWAN (Aplikasi Mobile Kepegawaian Bank Jombang) dan implementasi Whistleblower System (WBS).
Dalam bidang perkreditan, bank telah menerapkan Aplikasi “Loan Origination System (Aplikasi LOS)” dan Aplikasi Liquid Risk and Internal Control Assesment (LIRICA) serta Aplikasi Memo Internal Online.
Dalam bidang administrasi dokumen kredit, bank telah menerapkan Aplikasi Siberka, untuk digitalisasi administrasi dokumen kredit dan agunan kredit. Selain itu, Pemberian Opini Manajemen Risiko pada setiap permohonan kredit dengan plafond Rp100 juta atau lebih. Terakhir, Pemberian Review Kepatuhan pada setiap permohonan kredit dengan plafond Rp300 juta atau lebih.
Dengan Penerapan GRC Terintegrasi tersebut, banyak kemudian keberhasilan yang telah ditorehkan perusahaan dalam 1-2 tahun terakhir. Seperti di antaranya, kinerja keuangan maupun inovasi teknologi digital.
Pada Aset misalnya, pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.032.442.616.490, dan tahun 2024 naik menjadi Rp1.124.865.024.291 atau naik 8,95%. Sementara itu, pada Kredit yang Diberikan tahun 2023 sebesar Rp734.408.312.266 dan tahun 2024 menjadi Rp801.298.773.077, atau naik 9.11%. Sementara itu Laba Setelah Pajak tahun 2023 sebesar Rp10.397.464.189 dan tahun 2024 menjadi Rp11.420.041.500.
Bank Jombang juga berhasil mendapatkan penghargaan BPR dengan Kinerja Sangat Baik dan BPR dengan Kinerja 10 Tahun lebih berturut-turut Sangat Baik selama tahun 2020-2023 dari banyak pihak. Termasuk di gelaran TOP BUMD Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness.
Bank Jombang juga berhasil mengembangkan berbagai inovasi teknologi digital yang sangat berguna untuk mendukung operasional Bisnis dan Implementasi GRC.
Seperti misalnya: Aplikasi “Loan Origination System (Aplikasi LOS)”, Aplikasi Liquid Risk and Internal Control Assesment (LIRICA), Aplikasi Kunjungan Nasabah melalui SIBEGAWAN, Disaster Recovery Center (DRC), dan Memo Internal Online. Pengembangan inovasi tersebut, bahkan layak dijadikan contoh atau Benchmark bagi perusahaan lain sejenis.
Editor: Busthomi
