
Denpasar-Thebusinessnews. Pasar obligasi tanah air tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, hal itu terlihat dari data Pefindo bahwa hingga akhir Agustus 2016 telah terbit obligasi dengan nilai Rp70 triliun, sementara penerbitan obligasi sepanjang tahun 2015 sebesar Rp65,24 triliun.
Menurut Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra bahwa hingga akhir tahun 2016 penerbitan obligasi dapat mencapai Rp120 triliun.”Sebab kami masih memegang mandat pemeringakatan efek surat utang senilai Rp51,24 triliun sehingga paling tidak hingga akhir tahun mencapai Rp 110-Rp 120 triliun,” ujar dia di Denpasar, Bali, Jumat(30/9/2016).
Ia menjelaskan, mandat yang diterima dan akan terbit pada kuartal IV, sebesar Rp51,24 triliun. Dengan rincian PUB baru Rp31,7 triliun, rencana realisasi PUB Rp8,15 triliun dan penerbitan obligasi, Sukuk dan MTN Rp11,39 triliun.
Sementara itu, di Indonesia terdapat tiga lembaga pemeringkat efek dan Pefindo menguasai 85% pangsa pasar pemeringkatan efek.
Besarnya minat penerbitan obligasi tahun ini, kata dia,lebih disebabkan pemangkasan acuan suku bunga Bank Indonesia sebesar 125 basis point.”Sehingga kupon yang ditawarkan juga turun dan lebih menarik dari suku bunga deposito,” ujar dia.(az)