Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (27/05/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada penutupan Jumat kemarin (5/24), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones +0,01%, S&P 500 0,7%, dan Nasdaq 1,1%. Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi, didorong oleh kenaikan saham Nvidia dan pAI, meskipun ada kekhawatiran tentang kemungkinan penundaan pemotongan suku bunga oleh The Fed.
Pasar komoditas terpantau dominan melemah Jumat kemarin (5/24). Harga minyak +1,11% ke level USD 77,72/bbl, harga batubara -0,99% di level USD 140/ton, dan CPO -0,21% ke level MYR 3.886. Harga emas terpantau melemah 0,12% ke level USD 2.356,9/toz.
Bursa Asia bergerak melemah Jumat kemarin (5/24). Kospi -1,26%, Hang Seng 1,38%, Nikkei 1,17% dan Shanghai 0,88%.
IHSG ditutup pada Rabu (5/22), menguat 0,51% ke level 7.222,4. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell Rp 560,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 512,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 47,8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBCA (Rp 340,5 miliar), BBNI (Rp 119,1 miliar), dan BBRI (Rp 37,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh TPIA (Rp 77,1 miliar), GOTO (Rp 52,9 miliar), dan MBMA (Rp 40,2 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXENER, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXTRANS. Top leading movers emiten DSSA, GOTO, BBRI, sementara top lagging movers emiten BRPT, SMMA, TLKM.
Pagi ini kedua indeks kompak menguat. Kospi +0,33% dan Nikkei 0,16%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan beragam sentimen pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
