TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Diwarnai 3 Sentimen Pasar, Ini Saran Saham Pekan Ini

Achmad Adhito
27 May 2024 | 07:07
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ditutup melemah dalam sepekan lalu karena sejumlah sentimen yang memengaruhinya. Analis saham dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), Dimas Krisna, menyebutkan 3 sentimennya yakni RDG Bank Indonesia, FOMC Minutes dan kecelakaan serta wafatnya Presiden Iran.

Terkait sentimen RDG Bank Indonesia, pada Rabu yang lalu, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga di level yang sama (6,25%) setelah kenaikan suku bunga yang dilakukan pada pertemuan RDG terakhir di bulan April.

“Keputusan ini konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam target 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan efektivitas dalam menjaga aliran masuk modal asing,” jelas Dimas dalam riset terbaru yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness.

Selanjutnya terkait sentimen FOMC Minutes, pada Kamis lalu para pejabat The Fed merilis risalah pertemuan dan menyiratkan keraguan bahwa The Fed akan segera menurunkan tingkat suku bunga acuannya. Pasalnya, inflasi di AS masih belum bisa terkendali sepenuhnya meskipun indikator pengeluaran konsumsi menunjukkan capaian yang baik.

Target inflasi yang ditetapkan oleh The Fed yakni sebesar 2% di 2024, meskipun sempat menunjukkan capaian yang positif namun rupanya dalam beberapa waktu terakhir data inflasi tidak melanjutkan kemajuan untuk semakin mendekati target 2%.

“Alhasil indeks saham global mengalami tekanan setelah data ini rilis, meski di saat yang bersamaan market mendapatkan sentimen positif yang datang dari laporan kinerja NVIDIA untuk Kuartal 1 2024 yang mencatatkan capaian di atas konsensusnya. Namun, pelaku pasar rupanya lebih menaruh perhatian pada FOMC minutes yang membahas kemungkinan penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan The Fed.”

BACA JUGA:   PIPA Klarifikasi Kasus IPO, Tak Berdampak ke Kinerja dan Operasional

Sementara itu terkait sentimen kecelakaan dan wafatnya Presiden Iran, pada minggu lalu presiden Iran Ebrahim CH kecelakaan helikopter yang digunakannya dan tidak lama setelah itu pemerintah setempat mengumumkan bahwa helikopter ditemukan dan tidak ada korban yang selamat.

“Hal ini membuat harga komoditas energi minyak mentah WTI mengalami kenaikan yang kembali berada di atas level resistance psikologis $80,1/barrel. Selain itu harga komoditas gas alam global juga mencatatkan kenaikan dan mengakumulasi rally sepanjang MTD sebesar 38,2%,” tandas Dimas.

Ia menambahkan kenaikan komoditas energi itu pun membuat emiten-emiten dalam sektor energi mengalami kenaikan harga dan menjadikan IDX Energy menjadi penopang bagi indeks di sepanjang perdagangan minggu lalu.

Sentimen Minggu Ini dan Rekomendasi Saham

Berbicara tentang potensi market pada minggu ini 27-31 Mei 2024, Dimas menyebutkan ada sejumlah sentimen yang sebaiknya diperhatikan. Ia menyebutkan 3 sentimen yakni aliran dana asing ke IHSG, pengumuman rebalancing indeks dan core PCE AS bulan April.

Aliran dana asing ke IHSG di minggu ini, terangnya, akan sangat dipengaruhi oleh aksi jual/beli investor asing di IHSG. Jika dilihat dalam seminggu terakhir, asing mencatatkan outflow di pasar reguler IHSG sebesar Rp254 miliar. Bahkan dalam sebulan jumlah aliran dana asing yang keluar dari IHSG jauh lebih besar yaitu Rp13,2 triliun.

“Jumlah outflow yang dilakukan investor asing di IHSG yang sebesar ini dan dilakukan secara konsisten setiap minggunya merupakan hal yang jarang terjadi dan anomali. Berkaca dari catatan sebelum-sebelumnya, bahwa outflow asing di IHSG yang besar selanjutnya disusul dengan koreksi market yang dalam.

Ia menambahkan, aliran dana asing yang keluar di IHSG juga bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari kinerja IHSG secara YTD dibandingkan dengan indeks S&P 500 yang menjadi acuan indeks global, kinerja IHSG jauh berada di bawah S&P500 di mana IHSG mengalami pelemahan 0,69% sedangkan S&P 500 mencatatkan kenaikan 11,85% YTD.

BACA JUGA:   Inflow Asing Bisa Lanjut, IPOT Rekomendasikan 3 Saham di Minggu Ini

“Hal ini membuat aliran dana keluar dari indeks saham negara berkembang dan menaruh di indeks saham negara maju yang memiliki risiko yang lebih kecil. Anomali berikutnya adalah risiko yang kecil, seharusnya diiringi dengan reward yang kecil, namun fakta yang saat ini sedang terjadi rupanya tidak demikian.”

Terkait sentimen pengumuman rebalancing indeks, pada Sabtu kemarin terdapat pengumuman rebalancing indeks FTSE di mana BREN yang merupakan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di IHSG berhasil masuk dalam FTSE Global Equity Index Quarterly untuk periode Juni 2024.
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan pihak FTSE Russel, masuknya BREN dalam indeks bergengsi tersebut akan efektif pada Senin 24 Juni 2024 mendatang. BREN masuk ke dalam Large Cap Index FTSE.

Berkaca dari kejadian serupa di bulan ini, di mana TPIA juga mencatatkan rebalancing dan efektif masuk ke dalam indeks MSCI pada 1 Juni mendatang. Pada saat kejadian ini diumumkan, saham TPIA mencatatkan kenaikan harga yang signifikan maka hal ini pun berpotensi terjadi di BREN di minggu ini dan membuat IHSG juga ikut bergerak naik karena BREN merupakan saham nomor 1 di IHSG saat ini.

Sementara itu terkait sentimen Core PCE AS bulan April, pada Jumat besok AS akan mengumumkan data ekonomi yang selama ini dijadikan acuan bagi The Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga, yaitu Core PCE AS untuk bulan April. Indeks Harga Pengeluaran Personal Inti bulan April diprediksi akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,3% atau sama dengan capaian bulan sebelumnya.

Core PCE mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di luar jenis barang makanan dan energi, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kondisi ekonomi dan inflasi di AS. Oleh karenanya, indikator ini menjadi salah satu acuan bagi The Fed dalam menentukan keputusan tingkat suku bunganya.

BACA JUGA:   IHSG Alami Penambahan Poin

Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen di atas, Dimas merekomendasikan 3 saham ini untuk trading pada minggu ini hingga Jumat, 31 Mei 2024:

  1. Buy BREN (Support: 10.800 dan Resist: 12.400). Pada minggu ini ada sentimen pengumuman akan masuknya emiten ini ke dalam indeks FTSE di Juni mendatang. Closing di level ATH disertai dengan sentimen tersebut.
  2. Buy on Pullback NCKL (Support: 990 dan Resist: 1.210). Emiten ini membentuk Volatility Contraction Pattern dan breakout dari resistance di level 1010 disertai dengan lonjakan volume. Ada pula sentimen dari emiten yang akan melaksanakan aksi korporasi yakni buyback saham yang akan diumumkan pada RUPST 27 Juni mendatang.
  3. Buy CLEO (Support: 1.155 dan Resist: 1.500) Kenaikan disebabkan oleh pertumbuhan laba bersih sebesar 96% YoY pada Q1 2024. Emiten ini breakout dari konsolidasi disertai dengan peningkatan volume sekaligus closing di level ATH-nya.

Tags: dimas krisnaIndo premier sekuritasipotrebalancing indekssaham brensaham pekan ini
Previous Post

Indonesia dan Tunisia Teken MoU Teknologi Modifikasi Cuaca

Next Post

IHSG Berpotensi Sideways

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR