TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aksi Jual Untuk Bayar Tebusan Pajak, Pangkal IHSG Tak Tembus 5500

Nurdian Akhmad
1 October 2016 | 11:55
rubrik: Business Info
Foto : Punto likmiardi/businessnews.id
Foto : Punto likmiardi/businessnews.id

Denpasar-Thebusinessnews. Euphoria keberhasilan program pengampunan pajak tahap pertama hanya mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG) ke level 5400-an. Bahkan pada penutupan perdagangan akhir pekan kemaren IHSG ditutup melemah 67 point atau -1,24%  kelevel 5364.

Hal ini menjadi pertanyaan Presiden Joko Widodo kepada Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia(BEI), Tito Sulistio. Oleh Tito dijelaskan bahwa pelaku program pengampunan pajak banyak yang menjual sahamnya untuk membayar tebusan pajak sebesar 2% dari nilai harta yang dideklarasikan.
“Pada hari Rabu banyak aksi jual untuk bayar uang tebusan tax amnesty,” terang Tito di Denpasar, Sabtu(1/10/2016).
Sedangkan pada hari Jumat kamaren, banyak pelaku pengampunan pajak menjual mata uang asing untuk membayar uang tebusan. Seperti diketahui pada hari Jumat(30/9/2016) nilai tukar rupiah menurut kurs tengah Bank Indoenesia Rp12.988 per dolar Amerika Serikat.
Tito melanjutkan, kondisi sebenarnya IHSG akan terlihat pada minggu depan. Namum demikian efek dari program pengampunan pajak sudah terasa jika melihat nilai transaksi harian rata-rata meningkat dari nilai akhir tahun 2015 Rp5 triliun menjadi Rp8 triliun pada saat ini. “Apakah ini ini efek dari tax amnesty, dengan masuknya dana repatriasi ke sistem pasar modal perlu dikaji lebih dalam,” urai dia.
Untuk diketahui, sampai 30 September 2016 deklarasi harta Rp3540 triliun, dana tebusan Rp97,1 triliun dari 347.033 peserta program pengampunan pajak. (Az)

 

BACA JUGA:   Kembali Nakhodai INSA, Ini Harapan Carmelita
Previous Post

BEI Harus Pastikan Ketersedian Efek Ekuitas Senilai Rp100 triliun Tahun Depan

Next Post

Sepuluh Anak Usaha BUMN Akan IPO Tahun Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR