
Denpasar-Thebusinessnews. Euphoria keberhasilan program pengampunan pajak tahap pertama hanya mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG) ke level 5400-an. Bahkan pada penutupan perdagangan akhir pekan kemaren IHSG ditutup melemah 67 point atau -1,24% kelevel 5364.
Hal ini menjadi pertanyaan Presiden Joko Widodo kepada Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia(BEI), Tito Sulistio. Oleh Tito dijelaskan bahwa pelaku program pengampunan pajak banyak yang menjual sahamnya untuk membayar tebusan pajak sebesar 2% dari nilai harta yang dideklarasikan.
“Pada hari Rabu banyak aksi jual untuk bayar uang tebusan tax amnesty,” terang Tito di Denpasar, Sabtu(1/10/2016).
Sedangkan pada hari Jumat kamaren, banyak pelaku pengampunan pajak menjual mata uang asing untuk membayar uang tebusan. Seperti diketahui pada hari Jumat(30/9/2016) nilai tukar rupiah menurut kurs tengah Bank Indoenesia Rp12.988 per dolar Amerika Serikat.
Tito melanjutkan, kondisi sebenarnya IHSG akan terlihat pada minggu depan. Namum demikian efek dari program pengampunan pajak sudah terasa jika melihat nilai transaksi harian rata-rata meningkat dari nilai akhir tahun 2015 Rp5 triliun menjadi Rp8 triliun pada saat ini. “Apakah ini ini efek dari tax amnesty, dengan masuknya dana repatriasi ke sistem pasar modal perlu dikaji lebih dalam,” urai dia.
Untuk diketahui, sampai 30 September 2016 deklarasi harta Rp3540 triliun, dana tebusan Rp97,1 triliun dari 347.033 peserta program pengampunan pajak. (Az)