Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (24/06/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pada penutupan Jumat kemarin (6/21), pasar AS bergerak mayoritas melemah. Dow Jones +0,04%, S&P 500 -0,16%, dan Nasdaq -0,28%. S&P 500 melemah karena Nvidia dan saham chip AI lainnya seperti Broadcom dan Micron Technology terus mengalami penurunan.
Pasar komoditas terpantau melemah Jumat kemarin (6/21). Harga minyak WTI -0,96% ke level USD 80,69/bbl, harga batubara -1,67% di level USD 132,5/ton, dan CPO -1,47% ke level MYR 3.899. Harga emas terpantau melemah 1,72% ke level USD 2.331/toz.
Bursa Asia bergerak melemah Jumat kemarin (6/21). Kospi -0,83%, Hang Seng -1,67%, Nikkei -0,09% dan Shanghai -0,24%.
IHSG ditutup menguat 0,89% ke level 6.880. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.146,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.168,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 21,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBCA (Rp 555,9 miliar), AMMN (Rp 372,7 miliar), dan BMRI (Rp 113,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat BREN (Rp 113,6 miliar), BBRI (Rp 102,6 miliar), dan UNVR (Rp 46,1 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXINFRA, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXENER. Top leading movers emiten BREN, BBRI, BMRI, sementara top lagging movers emiten BYAN, AMMN, UNTR.
Pagi ini, kedua indeks kompak melemah. Kospi -0,49% dan Nikkei 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG diperkirakan bergerak melemah hari ini seiring dengan beragam pergerakan bursa global dan komoditas,” demikian tertulis.
