Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (19/7/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Saham AS ditutup melemah pada Kamis (18/7). Dow -1,28%, S&P 500 0,70%, dan Nasdaq 0,78%. Saham AS ditutup melemah aksi taking profit dari para investor pada saham-saham big caps.
Pasar komoditas ditutup mixed. Minyak WTI -1,00% menjadi USD 83,4/bbl, batu bara +0,19% di USD 135/ton, nikel -0,30% menjadi USD 16.469/ton, CPO -0,15% menjadi MYR 3.938, dan emas -0,63% menjadi USD 2.447/toz.
Bursa Asia sebagian besar ditutup menguat pada Kamis (18/7). Nikkei -2,36%, Hang Seng +0,22%, dan Shanghai +0,48%.
Sementara IHSG ditutup pada level 7.321,1 (+1,34%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.156,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.221,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 64,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 409,6 miliar), BMRI (Rp 339,1 miliar), dan BBCA (Rp 79,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBNI (Rp 16,9 miliar), BRPT (Rp 36,1 miliar), dan AMRT (Rp 31,7 miliar). Top leading movers emiten TPIA, MDKA, DCII, sementara top lagging movers emiten BREN, BBRI, AMMN.
Nikkei (-0,26%) dan KOSPI (1,52%) dibuka melemah pagi ini. “Kami perkirakan IHSG akan melemah hari ini, seiring dengan sentimen dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
