Jakarta, TopBusiness—Pada Januari 2024 lalu, jumlah perusahaan startup di Indonesia tercatat sebanyak 2.566 perusahaan.
“Sehingga Indonesia menempati peringkat enam dunia berdasarkan laporan Startup Ranking,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus G. Kartasasmita, saat membuka Tech Link Summit 2024 di Jakarta (18/7/2024).
Peringkat Indonesia tersebut di bawah Amerika Serikat (78.073), India (16.302), Inggris (7.079), Kanada (3.876), dan Australia (2.793), dan di atas Jerman (2.445), Prancis (1.650), Spanyol (1.492), dan Brazil (1.185). “Karenanya, kita harus memanfaatkan potensi ini sebaik-baiknya dengan kerja sama dengan tech startup. Ini merupakan strategi quick wins bagi industri, terutama untuk mengakselerasi implementasi inovasi teknologi sesuai tuntutan pasar,” papar menperin.
Kepada para pelaku usaha dan akademisi, ia berpesan agar memberikan kepada anak-anak bangsa untuk berinovasi. “Berkolaborasi dengan startup bukan merupakan cost, melainkan investasi,” tegasnya.
Selanjutnya, menperin menyampaikan kabar bahwa dalam data yang dirilis oleh World Bank, Indonesia berada di posisi ke-12 top manufacturing countries by value added dengan nilai MVA USD255 Miliar pada 2023. Peringkat tersebut naik dari posisi ke-14 di tahun lalu dengan nilai USD187 miliar atau sebesar 36,4%. MVA Indonesia juga jauh nilainya di atas negara-negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Vietnam.
“Saya percaya kontribusi yang besar dari para startup akan lebih menciptakan value added di industri manufaktur Indonesia,” kata dia.
