TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Obligasi Masih Menarik, Sambut Lelang SUN Senilai Rp33 Triliun

Busthomi
23 July 2024 | 11:08
rubrik: Capital Market
IHSG Naik Terbatas

Ilustrasi laju saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pada perdagangan obligasi (Senin,22/7) kemarin, harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami pelemahan pada sesi perdagangan di awal pekan ini. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik sebesar 4 basis poin menjadi 6,87%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) naik sebesar 3 basis poin menjadi 6,97%.

Sementara data Bloomberg menunjukkan level yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) naik sebesar 5 basis poin menjadi 7,00%. Level yield curve SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami untuk minggu ini, yaitu di kisaran 6,83-7,10%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp11,2 triliun kemarin, lebih rendah dari volume transaksi di hari Jumat lalu yang tercatat sebesar Rp15,2 triliun. FR0101 dan FR0100 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar Rp2,9 triliun dan Rp1,9 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,4 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah sebesar 0,18% dari level Rp16.191/ US$ di hari Jumat menjadi Rp16.220/US$.

Dan untuk perdagangan Selasa (23/7/2024) ini, untuk perkiraan pasar dan rekomendasi dari BNI Sekuritas, adalah indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif, tergambar dari peningkatan yield US Treasury (UST).

Yield curve UST 5-tahun meningkat tipis dari posisinya hari Jumat sebesar 1bp menjadi 4,17%, dan yield curve UST 10-tahun juga meningkat sebesar 1bp menjadi 4,26%. Sementara Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia turun sebesar 2bp menjadi 75bp.

“Pemerintah Indonesia akan melaksanakan lelang SUN pada tanggal 23 Juli 2024 dengan target indikatif sebesar Rp22 triliun dengan target maksimal Rp33 triliun.”

BACA JUGA:   IHSG Berpeluang Positif Lagi

Dalam lelang kali ini, Pemerintah menawarkan tujuh seri SUN yaitu SPN03241023, SPN12250710, FR0101, FR0100, FR0098, FR0097, dan FR0102. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dalam beberapa hari terakhir, kami memperkirakan total incoming bid akan berada di kisaran Rp35-55 triliun.

“Dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, kami melihat adanya potensi peningkatan volatilitas pada harga dan yield dari instrumen SBN berdenominasi Rupiah,” terang analis BNI Sekuritas.

“Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0081, FR0084, FR0056, FR0042, FR0071, FR0101, FR0085, FR0091, FR0058, FR0096, FR0100,” pungkasnya.

Tags: kementerian keuanganlelang SUNpasar obligasiproyeksi obligasisurat utang
Previous Post

Kontribusi Ekspor UMKM Masih Kecil, Inilah Dukungan Pemerintah

Next Post

Bank Mandiri Bukukan Penyaluran KUR Tembus Rp 19,33 Triliun per Juni 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR