Jakarta-Thebusinessnews. Untuk mencapai sasaran angka inflasi 4 plus-minus 1 persen pemeirntah diminta untuk tidak menaikan kebutuhan dasar masyarakat dalam satu kurun waktu. Hal itu disampaikkan Direketur Eksekutif Depertemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung.
“Kalau bisa kenaikan tarif listrik dan elpiji di spread ( berjarak),” harap dia dalam ekonomic outlook 2017 Komunitas Jurnalis Radio, Jakarta, Selasa(15/11/2016).
Ia beralasan, BI memasang target angka inflasi 4+/- 1 persen pada tahun 2017. Namum angka sasaran inflasi itu hanya memasukan dampak dari kenaikan tarif dasar listrik untuk pelanggan diatas 900 watt pada awal tahun 2017.
“Kita tahun kenaikan tarif listrik sudah ada peraturan menteri maka bisa dijalankan, namum rencana elpiji belum dimasukan dalam perhitungan inflasi 2017,” terang dia.
Sementara inflasi pada Oktober 2016 sebesar 3,1 persen (ytd), dan ia memperkirakan sampai akhir tahun berada pada kisaran 3,1 persen. “Angka sasaran inflasi itu masih dalam rentang sasaran inflasi BI di angka 4+/-1 persen, dan lebih baik dibanding akhir tahun 2015 sebesar 3,3 persen,” pungkas dia. (az)