Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (25/7/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Rabu (24/7). Dow Jones -1,25%, diikuti S&P 500 2,31%, dan Nasdaq 3,64%. Nasdaq turun lebih dari 3,5% dalam hari terburuk sejak 2022 setelah Tesla, Alphabet memicu penjualan besar-besaran saham teknologi besar.
Pasar komoditas ditutup mixed pada Rabu (24/7). Minyak WTI +0,08% ke USD 77,48/bbl, batu bara +0,25% ke USD 138,5/ton, CPO -0,68% ke MYR 3.926, dan emas -0,55% ke USD 2.443,9/toz.
Bursa Asia ditutup melemah pada Rabu (24/7). Kospi –0,56%, Hang Seng 0,91%, Nikkei 1,26% dan Shanghai 0,46%.
IHSG menutup sesi di level 7.262 (-0,70%), dengan keseluruhan net sell sebesar Rp 618,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell (Rp 623,3 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing (Rp 4,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BMRI (Rp 287,4 miliar), BBRI (Rp 179,9 miliar), dan TLKM (Rp 106,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 65,6 miliar), ISAT (Rp 54,3 miliar), dan AMMN (Rp 52,4 miliar). Top leading movers emiten AMMN, ASII, BBNI, sementara top lagging movers emiten BMRI, TLKM, BREN.
Baik Kospi (1,44%) maupun Nikkei (-2,28%) dibuka melemah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, mengingat sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
