Jakarta, TopBusiness—Selama semester dua tahun 2024, pasokan kumulatif total kondominium Jabodetabek diperkirakan tetap pada 384.640 unit tanpa adanya proyek kondominium baru yang diluncurkan ataupun selesai. “Hal ini menandakan jeda pasar secara signifikan,” kata Direktur Konsultan Strategis Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam paparan hasil riset terbaru untuk wartawan (25/7/2024).
Stagnasi pasar telah mengakibatkan pergeseran fokus pengembang dan perilaku pembeli. Pasar yang lesu telah menyebabkan sedikit perubahan dalam perilaku pembeli. Dalam hal ini, pembeli sekarang tidak mengharapkan kenaikan harga dan lebih condong untuk membeli unit kondominium yang sudah ada, dan dapat segera digunakan atau disewakan.
Insentif PPN yang diperkenalkan oleh pemerintah juga memainkan peran penting dalam membentuk strategi pengembang. “Pengembang saat ini lebih fokus untuk menjual proyek-proyek yang sudah ada daripada memulai yang baru. Insentif pajak ini telah membuat properti yang sudah ada lebih menarik bagi pembeli serta membantu mengurangi inventaris unit yang belum terjual dan menstabilkan pasar,” papar Arief.
Diperkirakan bahwa menjelang akhir tahun 2024, beberapa proyek kondominium dengan total sekitar 14.000 unit akan selesai. “Sebagian besar berlokasi di Bekasi dan Jakarta Selatan,”kata dia.
