Jakarta, TopBusiness – Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat, realisasi investasi pada triwulan II 2024 mencapai Rp 428,4 triliun. Nilai investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp217,3 triliun, meningkat 6,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.
Sementara itu, jumlah penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp211,1 triliun, meningkat 7,1 persen dari tahun sebelumnya.
“Di balik ketidakpastian ekonomi global, kita tetap bersyukur bahwa publik global masih mempercayai kita sebagai salah satu tujuan investasi, baik dari luar maupun dalam negeri,” ujar ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal II 2024 yang dikutip, Selasa (30/7/2024).
Lima besar subsektor realisasi triwulan II 2024 pada PMA dan PMDN yang paling banyak masuk adalah industri logam dasar dengan angka Rp74,0 triliun, kemudian sektor pertambangan Rp 45,6 triliun, transportasi gudang telekomunikasi sebesar Rp41,3 triliun, kawasan perumahan, industri, dan perkantoran sebesar Rp 33,5 triliun, serta jasa lainnya Rp 30,6 triliun.
Bahlil juga mengatakan bahwa terdapat lima negara besar yang berinvestasi ke Indonesia, yakni Singapura dengan nilai investasiUS$ 4,6 miliar, posisi kedua Tiongkok US$ 2 miliar, negara ketiga Hongkong US$ 4 1,9 miliar.
Negara keempat adalah Korea Selatan dengan nilai investasi sebesar US$ 1,3 miliar. Terakhir, Amerika Serikat dengan nilai investasinya hanya US$ 0,9 miliar.
Bahlil menyebut, terjadi pergeseran posisi keempat negara investor terbesar di Indonesia yakni Korea Selatan setelah sebelumnya diduduki oleh Jepang dengan nilai investasi sebesar US$ 4,6 miliar pada kuartal I 2024.
“Jadi lima besar ini Korea Selatan menggeser Jepang, biasanya Jepang tapi ini sangat dinamis,” kata Bahlil.
Selain itu, BPKM juga turut serta menumbuhkan penanaman modal bagi usaha mikro kecil (UMK). Pada semester I 2024, Bahlil menyampaikan bahwa terdapat 2.411.350 proyek yang terdiri dari 2.206.932 proyek mikro dan 204.418 proyek kecil dengan nilai investasi sebesar Rp127,0 triliun.
Peningkatan pertumbuhan pada sektor UMK juga telah melibatkan 4.696.618 orang yang mendapatkan lapangan pekerjaan dari proyek-proyek UMK tersebut.
