Jakarta, TopBusiness—PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) berkomitmen penuh untuk menerapkan ESG (environment, social, and governance). Keselarasan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, menjadi keharusan bagi perusahaan tersebut.
“Jadi, dalam hal ini, kami tak cuma mengincar laba bisnis,” kata Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk., Arsal Ismail, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga (29/7/2024).
Arsal menjelaskan bahwa, dari empat pilar bisnis PTBA saat ini, salah satunya adalah pilar green business. Adapun yang lainnya adalah pilar mining; energy and utility; logistic, infrastructure and trading.
PTBA menggelar diversifikasi bisnis untuk menaikkan kinerja. Serta untuk tercapainya visi menjadi perusahaan energi kelas dunia. “Dan untuk itu, kami punya empat pilar bisnis yang salah satunya green business,” Arsal menegaskan.
Dalam presentasi tersebut, Arsal pun menjabarkan sistem dan infrastruktur GRC (governance, risk, and compliance) di PTBA. Ia, antara lain, menjelaskan keberadaan komite/organ/divisi yang mendukung implentasi GRC, yang berposisi di bawah dewan komisaris.
Itu adalah sekretariat dewan komisaris, komite audit, komite pemantau risiko dan tata kelola terintegrasi; komite nominasi dan remunerasi.
Adapun yang dibawahkan oleh direksi adalah: sekretaris perusahaan, audit internal/satuan pengawasan intern; manajemen risiko; sistem manajemen dan kinerja perusahaan; hukum dan regulasi.
Kemudian, Arsal Ismail menjelaskan perihal skor asesmen GCG di PTBA. Untuk tahun 2023, skor asesmen GCG untuk PTBA adalah di 98,48 atau ‘sangat baik’. Ini berdasarkan satu penilaian internal.
Adapun berdasarkan penilaian oleh konsultan eksternal, PTBA mendapatkan skor asesmen GCG di 97,30 atau berarti ‘sangat baik’ di tahun 2022.
“Untuk asesmen GCG oleh konsultan eksternal, kami melakukannya per dua tahun,” Arsal Ismail menjelaskan lagi.
