Jakarta, TopBusiness – Bank bjb melaporkan, ekosistem digital bank pembangunan daerah (BPD) ini terus berkembang pesat. Hingga Juni 2024, jumlah pengguna aplikasi DIGI Mobile mencapai 2,03 juta pengguna, meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Preferensi nasabah semakin bergeser ke arah layanan digital, dan kami siap mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan fitur-fitur smart mobile banking,” ujar Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi dalam earnings call Kuartal II 2024 di Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Demikian pula jumlah merchant yang menggunakan QRIS bank bjb juga mengalami peningkatan 19,7 persen, menjadi 1,15 juta merchant pada akhir Juni 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan bank bjb semakin diterima oleh masyarakat luas.
Bank bjb terus meningkatkan penetrasi market dan mempercepat proses renewal dari kredit yang telah berjalan melalui Loan Onboarding yang kini telah tersedia pada mobile apps bank bjb. Ini juga akan mendorong percepatan pertumbuhan dengan biaya akuisisi yang lebih efisien khususnya untuk kredit berbasis payroll.
“Digital Loan untuk produk kredit berbasis payroll ASN ini kami sebut dengan “bjb Pisan” atau Pinjaman ASN,” tuturnya.
Sementara itu, kinerja bank bjb dari sisi aset hingga akhir Juni 2024 tumbuh sebesar 16,6 persen year on year (YoY) atau sebesar Rp 207,3 triliun yang mengantarkan bank bjb selangkah lagi menjadi 10 Bank Terbesar di Indonesia.
Yuddy menambahkan bahwa pertumbuhan kredit yang sehat ini dicapai dengan seleksi yang lebih ketat dengan fokus pada segmen yang memiliki yield lebih tinggi untuk mengimbangi tekanan biaya dana. Penyaluran kredit yang selektif ini membantu bank bjb menjaga kualitas asetnya.
Dalam hal Dana Pihak Ketiga (DPK), bank bjb berhasil menjaga keseimbangan dengan penyaluran kredit. Hingga akhir Juni 2024, DPK bank bjb tercatat sebesar Rp 150,2 trilliun, tumbuh 16,4 persen yoy. “Loan to Deposit Ratio (LDR) kami tetap optimal di level 86,2 persen,” ucap Yuddy.
Yuddy juga mengungkapkan bahwa kinerja bank bjb dari sisi kredit dan pembiayaan, bertumbuh sebesar 12,2 persen year on year (YoY) atau sebesar Rp 136,1 triliun dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bank bjb tetap terkendali pada level 1,5 persen dengan coverage level mencapai 105,8 persen. Sementara itu, rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 17,2 persen, menunjukkan ketahanan permodalan yang kuat.
