Jakarta, TopBusiness—Pasar perumahan tapak di Jabodetabek pada semester I 2024 tetap stabil. “Meski lebih sedikit unit yang diluncurkan dibandingkan dengan semester II 2023, tetapi masih lebih banyak dibandingkan periode semester I 2023,” kata Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto, di Jakarta, dalam paparan riset terbaru (7/8/2024).
Beberapa faktor memengaruhi hal ini, termasuk pemilihan presiden, bulan Ramadan, kenaikan suku bunga acuan menjadi 6,25%, dan insentif pembebasan pajak bersyarat 100% untuk properti dengan harga hingga Rp2 miliar yang berakhir di Juni 2024.
Insentif pembebasan pajak yang berlaku setelahnya adalah 50% hingga Desember 2024.
Beberapa momentum yang selanjutnya perlu diperhatikan adalah pemilihan kepala daerah di akhir tahun. Juga, kenaikan tarif pajak dari 11% menjadi 12% di tahun 2025 sesuai Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
“Selain faktor politik dan ekonomi, kolaborasi antara pengembang lokal dan asing terpantau tetap aktif. Beberapa pengembang menyediakan infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik di unit atau kantor penjualan,” Vivin mengatakan.
“Kolaborasi dengan merek ritel, bioskop, furnitur dan perabot rumah tangga, dan bisnis makanan dan minuman, juga meningkatkan daya tarik kawasan perumahan bagi calon pembeli.”
