Jakarta, TopBusiness – Bank Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab, menargetkan rasio dana murah (current account saving account/CASA) dapat mencapai 50 persen hingga akhir 2024.
Rasio CASA Bank Saqu saat ini berada di sekitar 30 persenan. Adapun jumlah nasabah Bank Saqu, mencapai 1,4 juta nasabah hingga akhir Juli 2024.
“Untuk mencapai target CASA sebesar 50 persen, Bank Saqu akan terus mengkampanyekan kebiasaan menabung bagi Gen Z,” ujar Head of Go To Market PT Bank Jasa Jakarta Marcella Pravinata seperti dikutip Selasa (20/8/2024).
Sebagai bank digital yang beroperasi pada November 2023, Marcella mengatakan Bank Saqu memiliki fokus untuk menyebarkan kesadaran pentingnya menabung kepada masyarakat. Oleh sebab itu, fitur-fitur yang dihadirkan saat ini mendukung pengelolaan keuangan nasabah dengan baik.
“Sekarang kami sudah shift masuk ke fase dua. Artinya, nasabah sudah bisa menabung, itu bagus dan keren. Masuk ke fase keduanya adalah bagaimana cara nasabah mengontrol diri. Nah, mengontrol diri ini dengan melakukan smart spending. Makanya kami menghadirkan fitur ‘Tabungmatic’,” kata Marcella pula.
Saat ini, mayoritas atau sekitar 60 persen nasabah Bank Saqu berasal dari kelompok generasi Z. Meski Bank Saqu tidak membatasi masyarakat dari kelompok usia tertentu untuk membuka rekening, generasi Z serta solopreneur menjadi target market yang disasar Bank Saqu.
Sabagai langkah untuk menarik minat menabung Gen Z, Bank Saqu berupaya untuk menghidupkan kembali semangat menabung dengan cara membuat ulang (remake) lagu “Menabung” ciptaan Titiek Puspa. Lagu yang telah diaransemen ulang ini dibawakan oleh penyanyi aslinya, Geofanny dan Saskia, serta berkolaborasi dengan penyanyi solo Jaz Hayat.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan secara konsolidasi, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jasa Jakarta mencapai Rp5,9 triliun per Juni 2024 atau tumbuh 15 persen year on year (YoY) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Per akhir Juni 2024, CASA Bank Jasa Jakarta tercatat sebesar Rp856,37 miliar dengan tabungan tercatat Rp429,53 miliar. Adapun deposito Bank Jasa Jakarta pada periode yang sama tercatat Rp5,02 triliun.
Bank Saqu menyadari fenomena masyarakat yang kesulitan untuk menabung. Hal ini ditunjukkan dari data Bank Indonesia yang mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan pada Oktober 2023 (15,7 persen) turun jauh dibandingkan saat sebelum pandemi. Penurunan itu pun berlanjut hingga ke November 2023 (15,4 persen).
