TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Juri TOP BUMD Awards Meeting Sharing Bisnis Berkelanjutan dengan PDAM Kabupaten Sukoharjo

Irawan Djoko Nugroho
22 August 2024 | 06:48
rubrik: Business Info, Event
Juri TOP BUMD Awards Meeting Sharing Bisnis Berkelanjutan dengan PDAM Kabupaten Sukoharjo

Jakarta, TopBusiness – PT Madani Solusi Internasional (MSI) dan Tim Juri TOP BUMD Awards melaksanakan Meeting Sharing Bisnis Berkelanjutan bersama Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo di kantornya, Rabu (21/8/2024).

Hadir dalam Meeting Sharing tersebut, Direktur Utama PT Madani Solusi Internasional M. Lutfi Handayani, Tim Juri TOP BUMD dan Kepala Devisi Keuangan Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo Supono berserta seluruh Kabag PDAM Kabupaten Sukoharjo. 

Hadir sebagai narasumber di antaranya adalah As’ad Nugroho, S.E.,M.M., CGRCOP., Subramaniam Anbanathan MBA, S.Si., GRCP, QRGP, CERG, CGRCOP, CGP, QRMP, CQM., dan Dr. Melani K. Hariman.

Dalam Meeting Sharing tersebut, As’ad Nugroho membawakan tema Seputar ESG dan Sustainability. Menurut As’ad Nugroho, investor kini menjadikan ESG sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan dan implementasi investasi. Hal itu dilakukan karena mereka ingin mendapatkan sustainibility di mana indikatornya ada tiga yakni Profit, People, dan Planet.

“ESG dapat dikatakan sebagai beyond CSR karena tidak hanya mengelola dampak lingkungan dan sosial semata, namun lebih dari  itu yaitu memitigasi risiko terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang ada,” katanya.

Sementara itu, S. Anbanathan membawa tema Risk Based Thinking (RBT). Menurut S. Anbanathan, mengelola risiko bukan berarti mengikuti prosedur penanganan peraturan risiko dari pihak A, B, atau C, tapi membangun budaya risiko.

“Risiko itu beda dengan problem. Risiko berarti akan menyikapi ketidakpastian di masa depan. Karena itu risiko bisa diukur. Problem berarti masalah yang terjadi karena adanya pengabaian penyelesaian,” kata Anbanathan.

Karena itu, menurut Anbanathan kembali, kalau tidak bisa mengukur risiko maka sulit untuk bisa mengelola apalagi untuk bisa meningkatkan.

Di tempat yang sama, Melani K. Hariman mengangkat tema Simulasi CSV untuk Implementasinya ESGRC. Menurut Melani, sebuah usaha pasti memutuskan aset apa yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan itu. Aset tersebut biasanya tidak bisa dinikmati hasilnya segera.

BACA JUGA:   Naik Tajam, Laba Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi

Sebab itu, perlu manajemen risiko atas aset usaha tersebut agar tidak terjadi pembengkakan beban biaya yang ada yang menyebabkan kerugian atas aset yang dijalankan.

 “Perlu penyelarasan dan organisasi yang baik dalam mengelola aset yang dijalankan melalui manajemen risiko agar tidak terjadi kerugian,” kata Melani.

Tags: MSI GroupTOP BUMD Awards 2024
Previous Post

GRC Menjaga Bisnis Brantas Abipaya Tetap Sehat dan Berkelanjutan

Next Post

IHSG Diprediksi Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR