Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (IDX: JSMR) terus melanjutkan proses pembangunan jalan tol di tahun ini. Untuk itu sejak awal tahun, Perseroan sudah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun.
Dan hingga semester I-2024 lalu, Jasa Marga sudah membelanjakan capex tersebut sebanyak 50%. Kebanyakan alokasi capex yang dibelanjakan itu untuk pembangunan jalan tol baru.
“Hingga semester I-2024 lalu, capex yang sudah terserap sebanyak Rp4 triliun. Angka tersebut untuk pembanguan ruas jalan tol baru. Dan hingga akhir tahun, dapat terserap hingga Rp8 triliun sampai Rp10 triliun. Jadi, sekitar 50% (capex) sudah terserap di semester I itu,” tutur Direktur Keuangan & Manajemen Risiko JSMR, Pramitha Wulanjani di acara Public Expose Live 2024, Rabu (28/8//2024).
Dalam acara ini, jajaran manajemen Jasa Marga dihadiri Direktur Pengembangan Usaha M. Agus Setiawan, Direktur Bisnis Reza Febriano, Corporate Secretary and Chief Administration Officer Nixon Sitorus, Corporate Finance & Investor Relations Senior Group Head Haning Pangastuty, Corporate Communication and Community Development Group Head Lisye Octaviana dan Investor Relations Putri Nadya.
“Saat ini, Jasa Marga masih fokus terhadap lima proyek jalan tol yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Jogja-Solo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Kami menargetkan untuk mengoperasikan Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.1 (Kartasura Klaten) sepanjang 22,3 km di akhir tahun 2024,” ujar Pramitha lagi.
Di tempat sama, Haning menambahkan, hingga saat ini, Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group sepanjang 1.264 KM. Ini berarti merepresentasikan 45% jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia, dengan total konsesi jalan tol sepanjang 1.736 KM.
Perseroan juga semakin memantapkan posisinya sebagai Service Provider melalui anak usahanya yaitu PT Jasamarga Tollroad Operator (PT JMTO) dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Hingga Semester 1 Tahun 2024, PT JMTO menyediakan layanan pengoperasian untuk 1.446 KM jalan tol, sementara itu PT JMTM menyediakan layanan preservasi untuk 1.110,9 KM jalan tol. Keduanya tidak hanya melayani jalan tol Jasa Marga Group, namun juga perusahaan jalan tol lainnya.
“Perseroan fokus untuk meningkatkan market share pengoperasian dan preservasi oleh PT JMTO dan PT JMTM yang didukung dengan pengembangan teknologi di bidang operasional sebagai bagian dari ekspansi bisnis Perseroan pada lini bisnis pengoperasian,” imbuh Haning.
Sementara itu di lini bisnis prospektif, anak usaha Perseroan yaitu PT Jasamarga Related Business (JMRB) melanjutkan pembangunan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Pengembangan Fase 2 dan Fase 3 yaitu pembangunan Rumah Sakit Brawijaya Taman Mini yang terintegrasi dengan Travoy Hub dan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Taman Mini.
Seluruh pencapaian dan juga upaya peningkatan kinerja Perseroan, kata Haning, di tengah semakin banyaknya proyek jalan tol baru yang telah selesai dan mulai dioperasikan, rasio keuangan Jasa Marga pada Semester I 2024 lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukan Perseroan selalu memperhatikan keberlanjutan bisnisnya dan menyeimbangkan antara pencapaian kinerja dengan ekspansi usaha. “Makanya, Perseroan tetap mampu menjaga gearing ratio dan memiliki kapasitas yang baik dalam hal memenuhi pembayaran kewajibannya,” ujar Haning.
Jasa Marga juga berkomitmen sepenuhnya dalam memberikan pelayanan yang optimal untuk melayani peningkatan mobilitas masyarakat.
Komitmen ini ditunjukkan dalam pengembangan Intelligent Transport System (ITS) yang berfungsi mengelola pelayanan lalu lintas jalan tol yang terintegrasi, sekaligus menjadi sumber pusat informasi lalu lintas melalui super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang digunakan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dan dapat diakses oleh pengguna jalan melalui aplikasi Travoy.
Haning juga menjelaskan, atas kinerja Semester I ini, terdapat efek dari penyesuaian atas penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 72/2023 terkait Penyusutan Harta Berwujud dan/atau Amortisasi Harta Tak Berwujud yang dilakukan oleh Perseroan. Dengan begitu, terdapat penambahan Pendapatan Pajak Tangguhan sebesar Rp600,41 miliar (non-cash).
“Namun, tanpa adanya perhitungan dari efek tersebut pun Perseroan tetap memperoleh nilai Core Profit sebesar Rp1,75 triliun pada Semester I Tahun 2024, tumbuh 52,05% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,” tandas Haning.
Hal ini menunjukkan, lanjut dia, Jasa Marga mampu menjaga pertumbuhan laba dan menjaga kinerja rasio keuangan yang semakin membaik, seiring dengan peningkatan volume lalu lintas dan dampak dari arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri di April 2024 lalu.
