Jakarta, TopBusiness – Asosiasi Kopi Indonesia atau (ASKI) Banten berkolaborasi dengan Koperasi Olah Prima Indonesia (KOPI) guna mengembangkan varietas kopi Kawasan Banten. Pasalnya, varietas kopi tersebut dibilang sudah tidak ada lagi di dunia.
Atas kegigihan mendapatkan sambutan positif dari beberapa stakeholders, pasca aksi penyelamatan varietas kopi dunia. Asosiasi melakukan berbagai kegiatan penelitian dan penyelamatan serta pengembanbiakan varietas satu-satunya di dunia itu.
Varietas kopi di kawasan Banten ditemukan semanjak tahun 2019, langsung mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia (BI), BRIN, Kemenkop dan UKM, dan Dinas Koperasi dan UKM, PLN Peduli, dan Telkom.
Sejalan dengan penyelamatan varietas kopi dari kepunahan, gerakan penyelamatan kopi juga melakukan pembinaan pembudidayaan, melalui perkebunan kopi rakyat dari hulu hinga hilir. Keseriusan ASKI dan KOPI dalam membangun perkebunan berbasiskan kepada masyarakat lokal.
Dengan perjalanan waktu selama 5 tahun terhitung dari tahun 2019, pergerakan pelaku kopi yang tiada henti turut membangun pekebun kopi rakyat. Sehingga, masyarakat lokal bisa hidup dan tumbuh. Pembudidayaan kopi Banten sudah melegenda semenjak abad 17, tepatnya tahun 1716 ketika VOC telah melakukan penanaman kopi se-Nusantara, termasuk Provinsi Banten.
Setelah berjalan 5 tahun gerakan penyelamatan kopi Banten, telah tercipta super hero petani kopi yang tersebar di Kabupaten Pandegelang di kawasan Gunung Karang serta Ciomas Kabupaten Serang. Lalu, dibangun aksi rutin GERTAK (Gerakan Tanam Kopi) sebagai sebuah aksi pemberdayaan masyarakat untuk mencintai menanam kopi dan menjadikan kopi sebagai sumber kehidupan keluarga.
Melanjutkan GERTAK ke-5, maka pada 24-25 Agustus 2024 dilakukan kegiatan Gerakan Penanaman Kopi yang diselenggarakan di Gunung Karang, Pandegelang, Banten. Trip hutan kopi dan GERTAK Gunung Karang 2024 sebagai tolak ukur kegiatan kopi selama lima tahun. Dan tentunya gerakan penyelamatan kopi dunia itu diharapkan mendapatkan respon besar dari pihak pemerintah pusat agar Indonesia dapat menyelamtkan varietas kopi dunia dari kepunahan.
Dijelaskan Ketua Dewan Pengurus Daerah, ASKI DPD Provinsi Banten, Sri Linda Setiawan, kita harus serius untuk menyelamatkan varietas kopi dunia, dimana kopi yang tumbuh di Banten sudah tidak ada varietasnya di dunia, hanya tersisa di Banten.
“Kita sudah bangun kolaborasi dengan BRIN serta beberapa perguruan tinggi untuk melakukan penelitian, mitigasi di beberapa tempat sehingga pertumbuhan varietas kopi tetap tumbuh di Banten. Oleh karena keterbatasan dana, maka kami juga mengalami keterlambatan dalam penelitian hingga pembudidayaan bibit endemik varietas kopi,” ungkap dia.
Ketika VOC melakukan penanaman kopi di seluruh Nusantara di tahun 1617, maka tidak luput Kongsi Dagang Belanda turut membangun kebun kopi di Provinsi Banten. Penyebaran hampir seluruh kawasan daratan 800 MDPL menjadi sasaran perkebunan kopi. “Kami telah menemukan varietas kopi yang sudah punah di dunia ini. Kami temukan di Gunung Karang, Kabupaten Pandegelang, ada sebanyak 7-9 varietas spesis endemik lokal kopi Banten,” ucapnya.
Oleh karena keterbatasan dana, maka ASKI Banten bergerak dan mencari pendanaan untuk penyelamatan varietas Kopi dunia. “Kami gerakan masyarakat untuk turut melakukan pembudidayaan dan penanaman varietas kopi lokal yang tersedia dilokasi. Kami lakukan gerakan tanam kopi dengan swadana, yang kami sinergikan dengan pihak-pihak pemerintahan daerah. Dan syukurlah dalam waktu 5 tahun, kami telah menciptakan beberapa super hero, seperti, Kang Maman dengan brand kopi Leupeh Lalay, Salim dengan brand Dadaman dan Lawang Taji,” ungkap dia.
Sementara itu, Ketua KOPI, Sigit Pramono, pihaknya terus konsen dalam penyelamatan varietas kopi dunia di Banten, dan sambil berjalan turut membangun masyarakat perkopian berbasiskan kepada masyarakat lokal. “Tujuan kami akan membangun resi gudang per kopian di Provinsi Banten, agar Banten bisa berbicara di tingkat nasional bahkan di pentas global,” ujar Sigit.
Hingga saat ini prestasi kopi Banten telah mengukir prestasi sangat menggembirakan. Seperti, juara 1 kopi hasil terbaik Kontes Kopi Java Coffee Culture, Jawa Timur tahun 2022, dan juara 3 tahun 2023
“Dengan Koperasi, ini kami akan membangun perekonomian dalam memberikan kesejahteraan bagi petani kopi se-Banten. Dan berita yang sangat menggembirakan, dari pihak Perhutani sudah memberikan respon positif untuk pengajuan pemakaian hutan sosial untuk penanaman kopi se-Banten”, tegas Sigit Pramono dalam kegiatan GERTAK, beberapa waktu lalu, di Gunung Karang, Banten.
Lanjut Sigit mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, membangun kemitraan bagi seluruh pihak, baik dengan menggugah masayarakat untuk membangun kopi Banten agar bisa berjaya di tingkat nasional dan harapannya bisa naik kelas Internasional.
“Kami buka senergitas ke seluruh pihak coffee shop, hotel dan resto dan sudah melakukan terobosan agar kopi Banten ini dapat tempat di hotel Tentrem Alam Sutera sebagai hotel terbaik, dimana hotel ini menjadi tempat stay beberapa kepala negara dunia. Hotel ini juga mengusung konsep kearifan lokal dengan desain artistiknya”, jelas Sigit.


