Jakarta, TopBusiness – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (IDX: SIDO) mengaku masih berada di jalur yang positif sepanjang semester I-2024 lalu itu. Hal ini terlihat dari penjualan Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 14,7%.
Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan SIDO, Budiyanto saat menyampaikan kepada wartawan di Public Expose Live 2024, Rabu (28/8/2024).
“Penjualan Perseroan selama 6 bulan di tahun 2024 itu mengalami kenaikan sebesar 14,7% menjadi Rp 1,9 triliun dari sebelumnya Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun 2023,” tutur dia.
Kinerja penjualan yang meningkat itu, kata dia, ditopang per segmennya yaitu segmen Herbal dan Suplemen meningkat sebesar 11%, lalu segmen Makanan dan Minuman juga naik sebesar 20%, dan segmen Farmasi: meningkat sebesar 20% dari tahun lalu.
“Sejalan dengan pertumbuhan penjualan itu, laba bersih Perseroan meningkat 36% menjadi Rp608 miliar. Dengan net marjin juga tercatat meningkat menjadi 32% dari 27% di tahun sebelumnya,” jelas dia.
Rasio laba bersih yang meningkat dari 27% menjadi 32% ini, kata dia, terutama karena pertumbuhan penjualan lebih tinggi, efisiensi beban, dan risiko bisnis yang terkendali.
Adapun selama enam bulan pertama 2024 ini, ternyata SIDO sendiri tak terlalu agresif dalam menggunakan belanja modal atau capital expenditure (capex).
Hingga separuh tahun 2024, SIDO baru menyerap belanja modal sebesar Rp 27 miliar dari total anggaran capex 2024 SIDO tahun 2024 sekitar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar.
“Capex SIDO dianggarkan sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar di tahun 2024. Sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan aset-aset kami,” ujar dia.
Kata Budiyanto, serapan belanja modal tersebut akan digunakan sedikit untuk meningkatkan kapasitas segmen farmasi, di mana utilisasinya telah mencapai 85%.
