Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (03/9/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Pasar AS tutup pada Senin (2/9). Dow 0%, S&P 500 0%, Nasdaq 0%. Pasar AS tutup dikarenakan National Labor Day di US.
Pasar komoditas ditutup menguat. Minyak WTI +0% menjadi USD 73,6/bbl, batu bara 0,10% menjadi USD 143,9/ton, nikel 0%, CPO -0,91% menjadi MYR 3.933. Dan emas -0,16% menjadi USD 2.499/toz.
Bursa Asia sebagian besar ditutup melemah pada Senin (2/9). Nikkei +0,14%, Hang Seng 1,65%, dan Shanghai 1,10%.
Sementara IHSG ditutup pada level 7.695 (+0,31%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.192,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.225,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 32,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 439,6 miliar), BBRI (Rp 247,3 miliar), dan TLKM (Rp 139,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 99,3 miliar), BRIS (Rp 56,6 miliar), dan BDKR (Rp 17,9 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXTECH, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXCYC. Top leading movers emiten TLKM, BMRI, ASII, sementara top lagging movers emiten TPIA, MSIN, BBCA.
Nikkei dibuka menguat 0,1% dan KOSPI 0,1% pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan sideways dikarenakan beberapa indeks komoditas yang stagnan,” demikian isi laporan riset.
