Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (9/9/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Jumat (06/9). Dow -1,01%, diikuti S&P 500 1,73%, dan Nasdaq 2,55%. Pasar AS ditutup melemah karena rilis data pekerjaan di AS bulan Agustus yang lemah.
Pasar komoditas mayoritas melemah Jumat kemarin (06/9). Harga minyak WTI -2,42% ke level USD 67,67/bbl, harga minyak Brent 2,24% ke level USD 71,06/bbl, sementara harga batubara +0,36% di level USD 141,0/ton. Sebaliknya CPO -0,46% ke level MYR 3.901, dan emas -0,71% ke level USD 2.497/toz.
Bursa Asia ditutup melemah Jumat kemarin (06/9). Kospi -1,21%, Hang Seng (tutup) +0,00%, Nikkei -0,72% dan Shanghai -0,81%.
IHSG ditutup menguat 0,53% ke level 7.721,9. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.028,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.330,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 302,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 435,8 miliar), BBNI (Rp 431,8 miliar), dan BMRI (Rp 226,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ANTM (Rp 27,9 miliar), AKRA (Rp 23,9 miliar), dan ASII (Rp 22,6 miliar). Top leading movers emiten BBRI, DNET, BBNI, sementara top lagging movers emiten ADRO, UNTR, ICBP.
Pagi ini, Kospi tercatat -1,79%, dan Nikkei juga mencatatkan pelemahan 3,13%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, dikarenakan melemahnya pasar AS dan regional,” demikian isi laporan riset.
