Jakarta, TopBusiness – PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan atau CLIK menjadi salah satu nominasi pemenang penghargaan TOP Human Capital (HC) Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness. CLIK baru saja menyelesaikan proses penjurian TOP HC yang dilakukan secara daring, Senin (9/9/2024.
Dalam penjurian dan kepesertaan pertama kali CLIK kali ini, di depan Dewan Juri, perwakilan CLIK menjelaskan banyak hal terkait keberhasilan program HC yang sudah selama ini. Dan program HC tersebut ternyata memang sudah berdampak positif terhadap kinerja bisnis Perusahaan.
Hadir dalam proses penjurian kali ini yang mewakili CLIK adalah Ina Anggia selaku Head of Corporate Governance and Compliance dan Cresentia Irene sebagai Human Resource (HR) Manager.
Untuk diketahui, CLIK merupakan Perusahaan biro kredit yang menyediakan jasa informasi kredit dan bisnis. Perusahaan joint venture ini terafiliasi dari CRIF Spa, Perusahaan global yang berpusat di Italia. Dengan beroperasi di Indonesia, CLIK sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengoperasikan biro kredit.
CLIK memiliki visi: Menjadi biro kredit terbaik dan pilihan utama bagi semua lembaga di Indonesia. Dengan misinya: pertama, menggunakan teknologi yang canggih dan pengalaman internasional untuk membangun ekosistem layanan biro kredit yang disesuaikan dengan pasar Indonesia; kedua, membantu lembaga keuangan dan non-lembaga keuangan dalam membuat keputusan manajemen risiko kredit yang efektif; dan ketiga, mendukung pertumbuhan nasional yang berkelanjutan dengan memfasilitasi penetrasi dan demokratisasi di berbagai layanan.
“Aktivitas usaha CLIK adalah sebagai lembaga pengelola informasi perkreditan di sektor usaha kredit biro. Dalam menjalankan bisnis kami, CLIK menjalankan strategi bisnis yaitu memanfaatkan teknologi canggih dan pengalaman internasional, serta membangun ekosistem layanan biro kredit yang disesuaikan dengan pasar Indonesia,” kata Ina.
“Kami membantu lembaga keuangan dan non-lembaga keuangan dalam membuat keputusan manajemen risiko kredit yang efektif, serta mendukung pertumbuhan nasional yang berkelanjutan dengan memfasilitasi penetrasi dan demokratisasi di berbagai layanan,” imbuhnya.
Dipaparkan Ina, kiprah pengembangan HC ini telah mampu menopang kinerja bisnis dan keuangan. Untuk tahun 2022 lalu, kata dia, CLIK mencapai pertumbuhan pendapatan yang mengesankan sebesar 300% atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
CLIK sendiri akhirnya mampu menghasilkan arus kas bebas pada bulan Juni 2022 lalu. Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, total aset CLIK tetap kuat di angka Rp 42,7 miliar, meningkat signifikan sebesar 23% dari tahun sebelumnya.
“Kinerja luar biasa ini menunjukkan kecakapan finansial, stabilitas, dan prospek kesuksesan CLIK di masa depan, menempatkan kami sebagai pemain tangguh di pasar,” katanya.
Satu tahun kemudian atau di 2023, performa CLIK juga kian positif dan luar biasa. Dengan pendapatan meningkat sebesar 166% dibandingkan dengan tahun 2022. Laba bersih Perusahaan melonjak sebesar 3.519%, yang disertai dengan peningkatan signifikan dalam arus kas. Total aset Perusahaan juga tumbuh sebesar 108% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai titik tertinggi baru.
“Selain itu, rasio kecukupan modal CLIK hampir dua kali lipat dari persyaratan minimum yang ditetapkan oleh peraturan OJK,” katanya, bangga.
Adapun mengutip laporan keuangannya, pendapatan CLIK di akhir 2023 itu sebesar Rp88.293.363.089. Atau meningkat dari tahun sebelumnya di angka 33.293.089.020. Dengan total net profit juga melejit dari sebelumnya minus -Rp 664.144.265 menjadi untung Rp24.857.455.595.
Program HCMS
Irene menambahkan, CLIK sendiri memiliki beberapa program pengembangan HC yang selama ini sudah berjalan secara konsisten. Dengan mengusung beberapa strategi dalam program Human Capital Management System (HCMS).
Seperti, Alignment dengan Visi dan Misi, yaitu memastikan strategi HC sejalan dengan visi, misi, dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Lalu, Talent Management, yaitu mengembangkan dan mempertahankan talenta terbaik melalui rekrutmen, pelatihan, pengembangan, dan retensi.
Selanjutnya, Organizational Development, ini berupa program untuk meningkatkan efektivitas organisasi dengan mengembangkan struktur organisasi yang mendukung kinerja dan inovasi. Lalu, Employee Engagement, yaitu membangun budaya kerja yang positif untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dan produktivitas.
Selain itu ada Performance Management, strategi untuk menetapkan sistem evaluasi kinerja yang adil dan transparan untuk memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Dan terakhir, Compensation and Benefits, berupa strategi untuk menyusun paket kompensasi dan manfaat yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan karyawan berbakat.
Dijelaskannya, beberapa program yang diusung antara lain, Learning Program, yaitu Perusahaan mendukung budaya belajar dan pelatihan yang berkesinambungan bagi karyawan, mulai dari saat karyawan pertama bekerja dan selama karyawan bekerja di Perusahaan.
“Learning program ini antara lain: Employee onboarding Program, Buddies Program, Program Ketrampilan Teknis, Pelatihan Pengembangan Karir, Program Pertukaran Ilmu dan Umpan Balik dari Karyawan. Umpan balik ini menjadi tolak ukur bagi HR untuk mengembangkan pelatihan-pelatihan yang ada. Perusahaan juga memberikan budget 4-5% dari total pengeluaran HR,” jelasnya.
Ada juga program Rewards, baik itu berupa Financial and Non-Financial Reward Program. Juga ada Engagement Program berupa Employee Self Service Portal, Engagement Survey, Outing, Team Building Activities, Birthday and Achievement Accolade.
Selanjutnya ada Work Health, Safety & Environment Program: Workplace Safety Program, Ergonomics Assessment, Wellness Program. Ada juga HR Evaluation Program: Surveys and/or assessment to each of HR Program. Dan juga HR Dashboard: berupa HR Matrix report ke jajaran BOD and BOC yang dilakukan secara bulanan. Baik itu berupa pendapatan per karyawan, gesekan, omset tarif, tingkat produktivitas, skor kepuasan, tingkat keragaman, rasio kompensasi, tingkat efektivitas pelatihan, dan NPS.
“Yang jelas, bagi Perusahaan itu selalu memberikan kesempatan kepada karyawan untuk proaktif dalam pengembangan karier mereka dengan memungkinkan mereka untuk mengajukan permintaan pelatihan yang relevan dengan tujuan karier mereka,” imbuh Ina.
Ini, kata Ina, adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan profesional setiap individu. Dan sekaligus untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berkembang dalam peran mereka dan mencapai tujuan karier jangka panjang.
“Jadi bagi kami, suatu organisasi memerlukan program HR yang holistic yang setidaknya mencakup learning, reward, HSE, engagement, evaluation dan matrix untuk mengukur employee performance, efficiency, and organizational effectiveness,” pungkasnya.
