TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transaksi SBN Tercatat Rp26,6 T, Analis: Demand SBN Denominasi Rupiah Akan Meningkat

Busthomi
25 September 2024 | 09:26
rubrik: Capital Market
SBN Positif, BNI Sekuritas Proyeksi Obligasi Ini Masih Menarik

Ilustrasi pasar obligasi. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Harga Surat Utang Negara (SUN) cenderung menguat pada sesi perdagangan kemarin. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik sebesar 1 basis poin ke level 6,17%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun 1 basis poin ke level 6,42%.

Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun 2 basis poin ke level 6,45%. Level yield curve SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami untuk minggu ini, yaitu di kisaran 6,36-6,56%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp26,6 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18,4 triliun.

PBS038 dan FR0104 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing-masing sebesar Rp5,1 triliun dan Rp3,4 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,6 triliun.

Data DJPPR menunjukkan total incoming bid pada lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kemarin mencapai Rp32,34 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan lelang SBSN sebelumnya pada 10 September 2024 yang mencapai Rp21,3 triliun.

Dari ketujuh seri yang ditawarkan, total amount awarded oleh Pemerintah sebesar Rp10 triliun, lebih besar dibandingkan dengan target indikatif Rp8 triliun.

Data Bloomberg juga menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat 0,12%, bergerak dari level Rp15.206/US$ di hari Senin menjadi Rp15.187/US$.

Rekomendasi Hari Ini

Indikator global juga menunjukkan sentimen yang cenderung positif. Yield curve US Treasury (UST) 5-tahun turun sebesar 4bp menjadi 3,47%, dan yield curve UST 10-tahun turun sebesar 1bp menjadi 3,74%. Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di 70bp.

Untuk itu, menurut Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe, dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, pihaknya melihat adanya potensi peningkatan demand terhadap instrumen SBN berdenominasi Rupiah.

BACA JUGA:   Indeks Komposit Jakarta Positif 1,25 Persen

“Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0081, FR0084, FR0037, FR0090, FR0042, FR0047, FR0087, FR0085, FR0054, FR0091,” katanya, Rabu (25/9/2024).

Tags: pasar obligasipermintaan SUN meningkatproyeksi obligasiSUN denominasi rupiahsurat utang
Previous Post

IHSG di Pembukaan Perdagangan Negatif

Next Post

Sinergi dengan Bank BJB, NAYZ Dukung Pengembangan UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR