Jakarta, TopBusiness—Bank Kalbar punya sejumlah strategi unggulan dalam mengelola aset human capital (HC) di perusahaan BUMD (badan usaha milik daerah) tersebut. Satu di antara itu adalah Program Fast Track.
Dalam wawancara dengan Dewan Juri Top HC Awards 2024 di Jakarta (3/10/2024), Kepala Divisi SDM Bank Kalbar, Sudirman, mengatakan bahwa Program Fast Track bertujuan mendorong karyawan dengan potensi tertentu.
“Saat ada jabatan tertentu yang lowong dan ada kandidat potensial, maka ia bisa masuk ke program tersebut sebelum mengisi kekosongan posisi itu,” papar Sudirman.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Kalbar, Restuanda, menjelaskan sejumlah poin tentang Program Fast Track. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa program tersebut terkait dengan sistem career path di Bank Kalbar. “Jadi, program ini merupakan kebijakan manajemen,” papar mantan pejabat pengelolaan SDM di Bank Kalbar tersebut.
Program tersebut berfungsi bila ada kandidat potensial untuk duduk di jabatan tertentu, tetapi jenjang kepangkatan yang dipunyai belumlah memadai. Kandidat tersebut pun didorong menggunakan program tersebut [hingga bisa naik jabatan dengan lebih cepat].
“Karyawan yang lain,” Restuanda mengisahkan, “bisa mengetahui bahwa seseorang sedang menjalani Program Fast Track walau memang tak diumumkan secara resmi.”
Anggaran Pelatihan
Menjawab pertanyaan Dewan Juri Top HC Awards 2024 (terdiri dari M. Lutfi Handayani, Dwinda Ruslan, dan Ben de Haan), Sudirman mengatakan bahwa, per akhir tahun 2023, Bank Kalbar punya karyawan sebanyak 1.815 orang.
“Pada tahun tersebut, kami menganggarkan biaya pelatihan sebesar Rp24,52 miliar,” ia menjelaskan lagi.
Bank Kalbar pun punya strategi untuk mengefisienkan biaya pelatihan. Itu antara lain dengan lebih banyak menggunakan instruktur internal dalam pelatihan-pelatihan tersebut.
Pula, Sudirman mengatakan bahwa di Bank Kalbar, grand design manajemen SDM merupakan sebuah model/konsep komprehensif yang saling terkait antar subsistem yang ada di grand design tersebut.
Adapun cakupan grand design tersebut, mencakup aspek-aspek ini: perencanaan SDM, perekrutan dan seleksi penempatan, manajemen kompetensi, manajemen jalur karir, penilaian kinerja, dan lain-lain.
