Jakarta, TopBusiness – Menjadi salah satu perusahaan kandidat penerima penghargaan Top Human Capital (HC) Awards 2024, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) selesai melewati sesi penjurian, Senin (30/9/2024) lalu. Hadir ketika itu Abdul Haris Sahilin, Pemimpin Divisi, Human Capital di Bank Kaltimtara, memberikan presentasi mewakili perusahaan.
Seperti dikatakan Abdul Haris, Bank Kaltimtara, memiliki visi Menjadi The True Regional Champion yang Kuat, Kompetitif dan Kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.
Adapun misi perusahaan disebut berorientasi pada produk, teknologi, digitalisasi, sustainability, terkait juga dengan ketangguhan, kepatuhan, manajemen risiko dan lain sebagainya. “Dan juga terkait dengan reputasi ini semua masuk dalam misi kami, kenapa? Karena kami di industri perbankan yang memang bergerak di bidang bisnis kepercayaan, pengelolaannya harus sedemikian rupa dan ini dituangkan dalam misi kami yang juga harus kami terapkan di semua lini organisasi,” tandasnya.
Adapun secara detail, misi yang diusung perusahaan antara lain: Mengembangkan bisnis dan layanan perbankan yang berorientasi solusi dan berbasis teknologi; Menjadi pendukung utama program pembangunan ekonomi dan menopang pemberdayaan perekonomian rakyat; Membudayakan filosofi kerja yang berorientasi pada prestasi; Menjaga dan meningkatkan reputasi Bank; Memperkuat ketahanan kelembagaan melalui pelaksanaan kepatuhan dan manajemen risiko yang berkualitas; Mendorong penerapan prinsip keuangan berkelanjutan dalam aktivitas dan bisnis Bank; Meningkatkan kepedulian sosial bagi komunitas dan lingkungan sekitar.
Bank Kaltimtara memiliki core values yang disebut sebagai ‘6C’ atau singkatan dari Championship, Creativity, Caring, Character, Citizenship, dan Customer Focus.
“Core Values itu menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kami untuk bisa membawa perusahaan ini sesuai dengan amanah dari para pendiri perusahaan ini. Jadi nilai-nilai luhur yang sudah dikembangkan sudah dititipkan oleh para pendiri Bank Kaltimtara akan terus kami teruskan untuk bisa mengawal perusahaan ini menjadi lebih baik ke depan,” jelas Abdul Haris.
Lebih lanjut Abdul Haris mengatakan terkait Meaning Statement yang diusung perusahaan, yakni ‘Mengabdi untuk Kesejahteraan Bersama’. “Di mana ini kami resapi di seluruh insan Bank Kaltimtara, bahwa pekerjaan yang kami lakukan di Bank Kaltimtara itu bernilai ibadah, sehingga kami niatkan kerja kita adalah ibadah dan sesuai juga bahwa kita makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan itu untuk mengabdi. Jadi dalam pengabdian kita beribadah dalam bentuk pekerjaan kita, sungguh-sungguh kita lakukan supaya kesejahteraan bersama itu bisa terwujud, baik buat karyawan, keluarga besar karyawan, pemilik, masyarakat dan lain sebagainya,” jelas Abdul Haris seraya mengungkap tagline perusahaan, yaitu ‘Dari Kalimantan Membangun Indonesia’.
Bank Kaltimtara merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di industri perbankan dengan badan hukum Perseroan Terbatas dengan pemegang saham 100% milik pemerintah daerah, baik itu pemerintah daerah provinsi Kaltim, Kaltara, maupun pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Kaltim dan Kaltara.
“Dan Alhamdulillah sampai dengan akhir tahun 2023 kemarin, juga di 2024, modal inti kami itu sudah berada pada angka kurang lebih Rp8,4 triliun, sehingga kami masuk dalam KBMI 2 atau Kelompok Bank Modal Inti 2, di mana modal intinya berkisar antara Rp6 sampai dengan Rp14 triliun. Dan di antara BPD seluruh Indonesia yang berada KBMI 2 ini mungkin baru sekitar 5 BPD di seluruh Indonesia, empatnya di Pulau Jawa dan luar Jawa adalah kami, Bank Kaltimtara,” ungkap Abdul Haris.
Untuk aktivitas usaha, Bank Kaltimtara merupakan bank umum, meskipun perusahaan ini baru berubah bentuk badan usaha pada tahun 2017. Kendati demikian, perusahaan ini juga sudah memiliki kegiatan usaha sebagai bank devisa sejak tahun 2003.
“Jadi, kami berkegiatan usaha sebagai bank devisa, waktu itu masih berbentuk perusahaan daerah,” jelasnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Bank Kaltimtara juga memiliki kegiatan usaha, yakni unit usaha syariah sejak tahun 2006. Alih-alih melakukan spin off, dalam strategi bisnisnya ke depan (2025), Bank Kaltimtara memiliki unit usaha syariah dengan model bisnis yang disebut sebagai DBLM (Dual Banking Leverage Model).
Untuk itulah, seperti dikatakan Abdul Haris, bagaimana Human Capital di Bank Kaltimtara bisa mendukung bisnis perusahaan yang tidak melakukan spin off, tetapi menjalankan strategi bisnis Dual Banking Leverage Model.
Sementara itu, berdasarkan strategi bisnis perusahaan yang tertuang dalam corporate plan Bank Kaltimtara 2023-2024, mencakup antara lain internal improvement, value chain business model dan digitalisasinya yang dibagi dalam tiga fase ada short term phase. “Ada di situ Continue Regional Leadership, Emerging Bank in National Level, dan yang terakhir nantinya kita ingin menjadi Main Player in National Level. Di sinilah fungsi HC yang dalam hal ini bisa align dengan business strategic (perusahaan),” tandasnya.
Pada sesi penjurian ini, Abdul Haris juga menegaskan bahwa pemimpin (leader) dalam pengelolaan Human Capital di Bank Kaltimtara adalah Direktur Utama, dalam hal ini adalah Muhammad Yamin dan Direktur Business dan Human Capital, yaitu Muhammad Edwin.
“Mereka adalah para pengurus yang sangat support terhadap pengembangan SDM Bank Kaltimtara. Kenapa kami katakan demikian? Karena seluruh program manajemen Human Capital di Bank Kaltimtara, baik untuk pengembangannya, digitalisasinya, dan lain sebagainya kami mendapat support yang sangat optimal. Dan memang dalam pengelolaan human capital dalam peraturan OJK merupakan hal yang strategis jadi setiap pengelolaan Human Capital itu harus diputuskan oleh Direksi,” jelasnya.
Sesuai namanya, Bank Kaltimtara merupakan bank yang beroperasi di dua provinsi, yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang luas provinsinya disebut 1,5 kali luas Pulau Jawa plus Bali dengan jumlah penduduk yang masih di dua provinsi itu hanya kurang lebih 5 juta jiwa.
“Jumlah jaringan kantor kami sebagaimana yang sudah terpapar di layar ada 279 jaringan kantor yang tersebar, baik itu di daerah perkotaan maupun sampai di remote area, baik itu di pedalaman maupun di perbatasan negara dengan komposisi pegawai kami yang sudah berada pada angka 2.538 pegawai itu untuk organiknya. Dan 94,01% itu sudah merupakan generasi milenial atau dan juga post milenial, sehingga kami-kami yang berada di generasi di atas mereka ini sudah hanya tersisa kurang lebih 6%,” katanya.
“Dan ini juga memberikan gambaran bagaimana perusahaan kami, Bank Kaltimtara harus dikelola sedemikian rupa ke depan, karena komposisi pegawai dengan mindset dengan pola kerja dan lain sebagainya yang sudah mencapai 94% ini juga harus bisa membawa Bank Kaltimtara ini lebih sustain lagi ke depan,” tandas Abdul Haris.
Selanjutnya, dalam paparannya di hadapan dewan juri, Abdul Haris juga mengungkap terkait kinerja perusahaan yang mengalami peningkatan pada dua tahun terakhir.
“Untuk pencapaian asset per employee (APE), (dan) earning per employee (EPE) Alhamdulillah di tahun 2023 meningkat sangat signifikan, di mana APE Growth kami dari 2022 ke 2023 mencapai angka 16,55%, sedangkan EPE Growth-nya 25,2% dari 2022-2023. Hal ini berarti juga menggambarkan kinerja keuangan Bank Kaltimtara yang Alhamdulillah meningkat dari tahun 2022 ke tahun 2023,” ungkapnya.
Berkaitan dengan Culture Health Index, ini juga disebut menjadi perhatian utama dari Bank Kaltimtara. Berdasarkan apa yang tersaji di slide presentasi dari tahun 2021-2022 Bank Kaltimtara mengalami peningkatan sebesar 15,6% dari 74,3% (Cukup) menjadi 89,9% (Tinggi).
“Jadi, dalam perjalanannya kami memiliki calendar of event supaya tingkat kesehatan budaya di Bank Kaltimtara, (yakni) 6C yang kami sampaikan tadi, bisa terimplementasi dengan baik,” pungkas Abdul Haris.
Editor: Busthomi
