Jakarta, TopBusiness – PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan (Perseroda), disingkat PT SMS, terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business.
Salah satu aktivitas usaha yang saat ini sedang digarapnya yaitu usaha angkutan batu bara menggunakan jalur kereta api, jalur khusus, dan jalur sungai. Dalam menjalankan usahanya itu, perusahaan ini menjalankan strategi bisnis melakukan percepatan pengembangan usaha transportasi batu bara dengan kereta api.
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 23 Juni 2021. Mewakili perusahaan dalam kesempatan ini Adi Trenggana Wirabhakti selaku Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia.
Dalam presentasinya kepada dewan juri, ia memaparkan kinerja perusahaan dalam 4 tempat tahun terakhir. “Saat ini, kami menjalankan kegiatan angkutan batu bara dengan kereta api dari Muaralawai di Lahat ke Stasiun Simpang di Palembang. Kegiatan ini kami jalankan sesuai Peraturan Gubernur No. 74 Tahun 2018 tentang Pencabutan Peraturan Gubernur No. 23 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengangkutan Batu Bara Melalui Jalan Umum.”
“Grand opening bisnis angkutan batu bara yang kami jalankan ini pada Agustus 2020.”
Kepada dewan juri, ia menegaskan meski PT SMS berstatus Badan Usaha Milik Daerah berbentuk Perseroan Terbatas Daerah (Perseroda), “Namun kami tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBD.”
Inovasi Bisnis
Menurut Adi, perusahaan telah menjalankan sejumlah inovasi terkait bisnis yang digelutinya ini, “Pertama, menyediakan lahan stock pile penumpukan batu bara di wilayah stasiun muat Muaralawai di Gedung Agung.”
“Kedua, melaksanakan aktivitas menaikkan dan menurunkan peti kemas dari dan menuju kereta api, baik di stasiun muat Muaralawai dan di stasiun bongkar Simpang.”
“Ketiga, mengupayakan peti kemas sebanyak 120 unit untuk kebutuhan 1 train set kereta api.”
“Keempat, pemenuhan kereta api sebanyak 1 train set dengan perkiraan muat batu bara + 3.000 mectric ton (MT) dalam sekali angkutan.”
“Kelima, menyediakan 30 unit dump truck untuk mengangkut container batu bara dari stasiun bongkar Simpang sampai ke dermaga/pelabuhan.”
“Pelabuhan di Keramasan lengkap dengan fasilitas stock pile dan crusher batu bara.”
Manajemen & Tata Kelola
Untuk aspek manajemen keuangan, diutarakan Adi bahwa PT SMS menerapkan cash management untuk optimalisasi dana perusahaan. “Bisnis angkutan bara ini mengharuskan pengguna jasa membayar terlebih dahulu, sebelum batu bara miliknya kami angkut ke pelabuhan. Dalam perhitungan volume batu bara, selalu digunakan satuan mectric ton.”
“Karena kami tidak menggunakan dana APBD, maka sebagai bentuk kemandirian pendanaan, kami menggunakan pinjaman modal kerja perusahaan. Dalam hal ini, Direktur Utama kami aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari potensi pendanaan.”
Terkait aspek operasional, lanjut Adi, PT SMS menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra kerja untuk melaksanakan bidang usaha sesuai rencana bisnis perusahaan. “Contohnya, untuk kereta api, kami bekerja sama dengan PT KAI. Dalam kerja sama ini kami selalu mengembangkan mekanisme kerja sama saling menguntungkan, saling percaya, transparan, bertanggung jawab, dan adil. Tentu didukung oleh perjanjian kontrak kerja.”
Untuk SDM, saat ini PT SMS memberlakukan dimilikinya sertifikasi dan kegiatan operasional dijalankan dengan memperhatikan aspek pengelolaan risiko.
Di aspek Tata Kelola, khususnya laporan keuangan, Adi menuturkan bahwa PT SMS selalu memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Kontribusi ke Pemda & Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan ini, Adi mengungkapkan, “Berkat bisnis angkutan batu bara yang kami jalankan, maka tahun 2021 ini perusahaan berhasil menutup kerugian yang dialaminya selama 4 tahun sejak 2017.”
“Bahkan, di akhir tahun 2021 ini, kami merencanakan untuk menyetor ke Pendapatan Asli Daerah dalam bentuk deviden dari hasil usaha yang kami jalankan.” tutupnya.
Penulis: Teguh Imam S
