TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tahun 2016, Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun

Achmad Adhito
1 March 2017 | 19:59
rubrik: Finance

Jakarta- PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (Danamon) mencatakan Laba bersih setelah pajak (NPAT)   Rp 2,7 triliun atau tumbuh 12 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan bersih sebelum pajak (NPBT) sebesar Rp 4,5 triliun di tahun 2016, atau tumbuh 39 dari tahun sebelumnya.

Hal ini didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan non bunga, disiplin dalam pengelolaan pengeluaran operasional, serta penurunan biaya kredit.”Kinerja tahun 2016 cerminkan peningkatan efisiensi,” terang– Presiden Direktur PT Danamon Indonesia Tbk Sng Seow Wah di Jakarta, Rabu(1/8/2017).

Inisiatif tersebut termasuk implementasi restrukturisasi jaringan sales & distribution, peningkatan pada jaringan digital, serta peningkatan dalam kualitas layanan secara keseluruhan. Danamon akan melanjutkan program tersebut tahun ini untuk mewujudkan kualitas layanan dan pengalaman perbankan yang lebih baik bagi nasabah.

Seow menjelaskan, tahun 2016 perseroan fokus pada collection dan peningkatan efisiensi. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) tercatat membaik, yaitu sebesar 48,8 persen di tahun 2016 dibandingkan 52,0 persen di tahun sebelumnya. Biaya operasional turun 4 persen menjadi Rp 8,6 triliun. Biaya Kredit tercatat pada Rp 4,4 triliun atau membaik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada sisi penyaluran kredit, Pertumbuhan pada portofolio UKM, Wholesale dan Mortgage Konsumer Danamon membukukan pertumbuhan dua digit pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Wholesale, dan Mortgage Konsumer. Portofolio Wholesale, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11 persen menjadi Rp 37,4 triliun.

Dana Pihak Ketiga turun karena Danamon melepas dana mahal Deposito. Dibandingkan tahun 2015, dana pihak ketiga turun 10 persen dari Rp 117 triliun menjadi Rp 105 triliun di tahun 2016. Rasio Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh dari 43 persendi tahun 2015 menjadi 46% di tahun 2016. Komposisi CASA turun 3 persen menjadi Rp 48,5 triliun, sementara Deposito turun 15 persen menjadi Rp 56,9 triliun. Rasio loan-to-funding dan permodalan sehat Rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) berada pada posisi 91 persen dibandingkan dengan 87,5 persen setahun sebelumnya.

BACA JUGA:   BRI Harap Bunga SBBI Valas Diatas 0,1 Persen

Sedangkan,Fee-based income tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya Fee-based income Danamon tercatat pada Rp 2 triliun atau tumbuh sebesar 7 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Pertumbuhan fee income ini didukung oleh kontribusi fee income Adira Insurance yang tumbuh 1 persen menjadi Rp 908 miliar, cash management yang tumbuh 11 persen menjadi Rp 325 miliar, serta bancassurance yang tumbuh 13 persen menjadi Rp 281 miliar.

Previous Post

Bunga Penjaminan Tetap di Level 6,25 Persen

Next Post

2017, Sarana Multigriya Bidik Sekuritisasi KPR Rp 2 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR