Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG ditutup naik 0.71% kemarin ke posisi 7557, tapi masih disertai dengan net sell asing ~40 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, ADRO, BRIS, UNTR dan PANI.
Head of Research Retail BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, IHSG sesuai prediksi kemarin, naik ke resist kuat di 7560. Dan untuk perdagangan hari ini akan coba melakukan breakout level tersebut dan jika gagal masih memiliki tendensi untuk koreksi kembali karena big banks dan komoditas masih memiliki tendensi kembali melemah.
“Dengan kondisi demikian, laju Support IHSG akan berada di rentang 7450-7500, dengan laju Resist IHSG berada di kisaran 7570-7640,” kata dia, dalam risetnya, Rabu (9/10/2024).
Global Overnight Review. Wall Street Menguat Saat Investor Berburu Saham Teknologi. Wall Street ditutup naik pada Selasa (8/10), penguatan tersebut memulihkan sebagian penurunan hari sebelumnya.
Investor kembali membeli saham teknologi dan investor mengalihkan fokusnya ke data inflasi mendatang dan dimulainya musim pendapatan kuartal tiga 2024.
Indeks S&P 500 naik 0,97% menjadi 5.751,13. Sementara Nasdaq Composite naik 1,45% menjadi 18.182,92 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,30% menjadi 42.080,37.
Wall Street pada awal pekan Senin kemarin, tertekan melonjaknya imbal hasil Treasury, meningkatnya ketegangan Timur Tengah, dan evaluasi ulang ekspektasi suku bunga AS.
Sementara, Nvidia menjadi pilihan yang disebut sebagai saham teknologi Magnificent Seven, naik 4,1% untuk kenaikan persentase satu hari terbesar dalam sebulan.
Selain itu saham Apple, Tesla, dan Meta Platforms, juga naik masing-masing sebesar 1,4% dan 1,8%. Sedangkan, saham perusahaan China yang terdaftar di AS melemah, mengikuti penurunan saham domestik. Saham Alibaba Group, JD.com, dan PDD Holdings turun masing-masing sebesar 5,4% dan 7,5%.
Bursa Asia Memerah, Dampak Data Ekonomi Jepang Memburuk. Bursa saham Asia Pasifik terjatuh pada perdagangan Selasa (8/10).
Investor mengamati data gaji dan pengeluaran bulan Agustus dari Jepang dan bursa saham China daratan kembali dibuka.
Pengeluaran rumah tangga di Jepang turun 1,9% YoY secara riil pada Agustus, penurunan lebih rendah dibandingkan penurunan 2,6% dari perkiraan. Namun, upah riil naik pada Agustus, dengan data dari biro statistik menunjukkan bahwa upah naik 2% menjadi rata-rata 574.334 yen (USD 3.877,44).
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1%, sementara Topix turun 1,5%. Kospi Korea Selatan melemah 0,61%, dipicu saham raksasa Samsung Electronics setelah merilis panduan kuartal ketiga yang lebih buruk dari perkiraan.
Hang Seng Hong Kong anjlok 9,5%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,4%. Sementara itu, pasar saham China daratan memulai kembali perdagangan pada pekan ini, dengan kenaikan lebih dari 4%. (Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: GOTO, BUKA, BREN, SRTG, PSAB, dan SSIA
–GOTO Spec Buy dengan area beli di 59, cutloss jika break di bawah 57. Jika tidak break di bawah 59, potensi naik ke 62-64 short term.
–BUKA Buy on Weakness dengan area beli di 140, cutloss jika break di bawah 138. Jika tidak break di bawah 138, potensi naik ke 149-153 short term.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 6700, cutloss jika break di bawah 6600. Jika tidak break di bawah 6600, potensi naik ke 6850-6950 short term.
–SRTG Spec Buy dengan area beli di 2350, cutloss jika break di bawah 2280. Jika tidak break di bawah 2350, potensi naik ke 2450-2490 short term.
–PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 264, cutloss jika break di bawah 260. Jika tidak break di bawah 260, potensi naik ke 278-286 short term.
–SSIA Spec Buy dengan area beli di 1150, cutloss jika break di bawah 1140. Jika tidak break di bawah 1140, potensi naik ke 1170-1200 short term.
