Jakarta—President Direktur Ecolmantech Consultants, John Wirawan, menawarkan sebuah skema alternatif bagi berlanjutnya reklamasi di Pantai Utara Jakarta. Itu bisa menjadi sebuah solusi win-win. “Kontrak antara Pemda DKI dengan pengembang, bisa berlanjut. Dan tidak ada gangguan lingkungan yang sangat dahsyat,” kata John belum lama ini, dalam sebuah diskusi di Jakarta.
John mengatakan, dalam skema yang dia tawarkan, giant sea wall (GSJ) bisa dibangun tanpa reklamasi. Juga, tanpa hilangnya local wisdom di situ.
Di situ, GSW dibangun di depan Teluk Jakarta. Dari situ, laut akan terpisah oleh bibir pantai, dan terpisah dari daratan. Tanggul lantas memudahkan air sungai mudah mengalir dan tidak langsung masuk ke laut, tapi ditampung di sebuah danau raksasa.
“Danau itu terbentuk akibat adanya tanggul itu. Dan danau itu diatur lebih rendah 5 meter dari daratan Pantai Utara sehingga air sungai Jakarta mudah mengalir,” kata John.
Danau raksasa itu luasnya bisa mencapai 17.000-an hektar. Dan dapat menjadi tempat persediaan air tawar untuk pasokan ke masyarakat Jakarta sepanjang tahun.
“Penurunan ketinggian air akibat adanya tanggul raksasa di bibir pantai, menghasilkan daratan seluas 7.000 hektar. Dan ini lebih luas daripada hasil reklamasi yang di 3.800-an hektar,” kata John lagi.
Dari skema tersebut, pemerintah DKI Jakarta mendapat dana dari pengembang sebesar Rp 200 triliun dari pemanfaatan lahan 7.000 hektar itu untuk pembangunan perumahan. “Juga, kondisi dan bentang alam akan tetap lestari. Ketersedian air payau dan industri perikanan rakyat akan tumbuh dan berkembang juga.” (Al)