Jakarta, TopBusiness – PT Bank Jabar Banten Syariah atau BJB Syariah memiliki komitmen untuk menjalankan program Human Capital Management sebagai bagian dari strategi untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Direktur Kepatuhan Bank BJB Syariah, Anwar Munawar mengatakan dalam mendukung pencapaian visi dan misi, Bank BJB Syariah telah menyusun corporate plan sebagai pedoman pencapaian rencana jangka panjang Bank yang di antaranya memuat strategi Human Capital.
“Untuk dapat menjalankan strategi human capital sebagai instrumen yang mendukung visi misi perusahaan diatas, Kami di divisi SDI (Sumber Daya Insani) juga telah membuat visi misi dan merancang strategi pengelolaan SDI melalui Human Capital Roadmap & Blueprint. Hal ini juga kami susun untuk menunjang Pengelolaan SDI yang Efektif serta mendukung bisnis secara berkelanjutan,” kata Anwar dalam wawancara penjurian Top Human Capital Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual, belum lama ini.
Anwar menyebut strategi Human Capital Manajemen yang telah dirancang, dijalankan melalui tiga inisiatif. Pertama adalah Human Capital (HC) Learning yang dilaksanakan berbasis kompetensi.
“HC Learning System di BJBS dilaksanakan berbasis kompetensi. OJK dalam hal ini sudah mendefinisikan kompetensi teknis sebagai bagian dari roadmap pengembangan SDM perbankan. Yang kita adopt sebagai kamus kompetensi di BJB Syariah, sehingga ada linkage yang jelas antara kebutuhan industri dengan yang riilnya di BJB Syariah seperti apa,” papar Anwar.
Proses ini, kata Anwar, dimulai dari training need analysis untuk menyusun kebutuhan pelatihan pegawai dalam mengatasi gap kompetensi pada jabatan saat ini, maupun jabatan yang akan dituju sesuai jalur karirnya.
“Kemudian dalam operasionalisasi diklat ini kita juga dibantu oleh platform E-Learning BJBS, namanya yaitu e-LMU (E-Learning Management and Culture) mengakomodir kebutuhan learning system di BJBS,” kata Anwar.
Inisiatif kedua adalah program pengembangan talent (talent development). Program ini disesuaikan dengan matriks kompetensi yang telah terdefinisi pada seluruh jenis jabatan. Talent development ini sangat berkaitan erat dengan HC Learning karena keduanya memuat mengenai requirement kompetensi untuk di isi pada setiap jabatannya.
“Nah di talent development (program pengembangan talent) itu disesuaikan dengan matriks kompetensi yang telah terdefinisi pada seluruh jenis jabatan. Dimana di Bank BJB Syariah sendiri ada 277 jenis jabatan yg sudah terdefinisi setiap matrix kompetensinya, atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut,” jelas Anwar.
“Kemudian pegawai diberikan informasi tentang gap kompetensinya, untuk fokus pengembangan kompetensi. Baik kompetensi saat ini maupun kompetensi nanti yang akan dituju. Kemudian nanti ada skoring terkait profile match up kepada pegawai, untuk memberikan informasi terkait jalur karir mana yang sesuai dengan direktori kompetensi yang dimiliki pegawai,” sambung dia.
Inisiatif ketiga adalah Reward and Performance Management. Dalam hal ini Bank BJB Syariah sudah memiliki program B-STAR atau BJB Syariah Talent Appraisal Report. Yang diukur melalui B-STAR ini ada tiga.
Pertama, Performance. Ini terbagi menjadi nilai unit kerja kemudian dari individual scorecard.
Kedua, Kompetensi, ini dinilai dari beberapa unit kompetensi yang harus di fulfill untuk setiap jabatannya.
Ketiga, Faktor Penambah dan Pengurang. Faktor penambah, adalah penghargaan yang diberikan kepada pegawai seperti misalnya pekerjaan ad hoc diluar dari tugas dan tanggungjawabnya dari setiap jabatan. Sementara Faktor pengurang adalah jika pegawai mendapat sanksi atas pelanggaran disiplin yang dikerjakan pegawai dan ketidakhadiran. Dua faktor ini akan menjadi pengurang pada nilai kinerja pegawai tsb.
“Disini skala penilaiannya ada dari Bintang 1 sampai dari Bintang 5. Performance Level dengan istilah “✭”, disampaikan dengan maksud serta filosofi tertentu, yaitu pegawai dengan kinerja baik dianalogikan sebagai Bintang (Star) di perusahaan. Filosofinya mengajak seluruh pegawai BJB Syariah untuk berlomba-lomba menjadi bintang di unit kerjanya (Be a Star) dengan cara menunjukkan kinerja yang terbaik pegawai BJB Syariah untuk berlomba-lomba menjadi bintang di unit kerjanya (Be a Star) dengan cara menunjukkan kinerja yang terbaik,” imbuh Anwar.
Adapun Reward system ini, tambah Anwar, harus memenuhi tiga prinsip;
- Pay for position (Remunerasi Sesuai Jabatan)
- Pay for person (Remunerasi sesuai keahlian/keterampilan)
- Pay for performance (Remunerasi sesuai Kinerja dan kontribusi)
“Dengan desain tersebut, Bank BJB Syariah berusaha untuk membuat remunerasi yang kompetitip, meningkatkan kinerja pegawai, bersaing dengan peer market, serta dapat menrik dan mempertahankan talent,” pungkas dia
